/
Selasa, 01 Agustus 2023 | 22:46 WIB
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (Dok. DPP PDIP)

Loyalis Anies Baswedan, Andi Sinulingga, mengomentari perihal puncak kerusakan akhlak yang disebut Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto untuk menanggapi dugaan hinaan yang dilontarkan Rocky Gerung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Andi, puncak kerusakan akhlak justru terjadi saat bagian dari pemerintahan melakukan tindak pidana korupsi bantuan sosial untuk orang miskin.

“Puncak kerusakan akhlak itu korupsi bantuan sosial untuk orang miskin,” ujar Andi, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @AndiSinulingga pada Selasa (1/8/2023).

Untuk diketahui, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai ujaran kasar Rocky Gerung terhadap Presiden Jokowi merupakan puncak kerusakan akhlak.

“Kami menilai pernyataan bahwa presiden itu sebagai bajingan yang tolol adalah puncak kerusakan akhlak, degradasi nalar dan kemandulan akal sehat,” ujar Hasto pada Senin (31/7/2023), dikutip dari Suara.com.

Menilai ucapan Rocky tersebut bukan lagi bagian dari kebebasan berpendapat, Hasto pun meminta Rocky untuk meminta maaf kepada Presiden Jokowi.

“PDI Perjuangan memprotes keras dan meminta Rocky Gerung untuk meminta maaf. Jangan manfaatkan kebaikan Presiden Jokowi yang membangun kultur demokrasi dengan respek terhadap kebebasan berpendapat dan berorganisasi, lalu dipakai mencela presiden dengan cara-cara yang tidak berkeadaban,” jelasnya.

Pernyataan Rocky Gerung Diduga Hina Presiden Jokowi

Dalam video yang beredar di jagat maya, tampak Rocky Gerung tengah menjadi pembicara dalam acara Aliansi Aksi Sejuta Buruh Siap Lawan Omnibus Law.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos, Rekan Korban Sempat Kirim Pesan Whatsapp

Rocky menyindir Presiden Jokowi yang bermanuver hanya untuk mempertahankan legasinya, bukan untuk kepentingan rakyat. Salah satu contohnya yaitu proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Dia bahkan menyebut Presiden Jokowi dengan ujaran-ujaran kasar.

“Itu bajingan yang tolol. Kalau dia bajingan yang pinter. Dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi bajingan yang tolol itu sekaligus bajingan yang pengecut. Ajaib, bajingan tapi pengecut. Jadi teman-teman kita harus lantangkan ini,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Rocky menilai penyebutan kata-kata kasar dalam forum politik bertujuan agar suatu kalimat menjadi efektif. Menurutnya, hal itu biasa diucapkan dalam forum politik.

“Itu forum politik di mana orang bisa mengucapkan satu kalimat supaya efektif, maka saya bilang itu. Kalau bilang presiden Jokowi sopan santun ya enggak ada gerakan dong, jadi musti dibiasakan dalam forum politik apa saja diucapakan," ujar Rocky di kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Load More