Pengamat politik Refly Harun menyoroti calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan yang memiliki latar belakang pendidikan terakhir di luar negeri.
Menurut Refly, hal tersebut menjadi sebuah keunggulan Anies jika dihadap-hadapkan dengan capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.
Mulanya, Refly menilai pendidikan perguruan tinggi luar negeri masih lebih unggul dibandingkan pendidikan di Indonesia meski ia tidak mengecilkan kualitas universitas-universitas dalam negeri.
"Anda enggak akan menang berdebat dengan Anies Baswedan dengan dua hal, satu dia memiliki latar belakang pendidikan yang lebih baik, kedua dia memiliki kemampuan berargumentasi juga baik," kata Refly dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Jumat (4/8/2023).
"Jadi ilmu debat retorikanya baik, kemudian latar belakang keilmuan dan pendidikannya juga baik, jadi dia punya dua keunggulan itu," sambungnya.
Pendidikan Anies untuk meraih gelar master dan Phd, tutur Refly, dilakukan dalam proses belajar sebagai fokus utamanya. Sementara untuk Ganjar menempuh pendidikan master sejalan dengan pekerjaannya sebagai anggota DPR.
"Kalau Anies kan, dia master dan PhD-nya memang benar-benar dalam proses belajar, di mana in person dia hadir di dalam proses pendidikan di Amerika Serikat dan nggak mungkin diwakil-wakilkan atau misalnya tugas dibuatin dan lain sebagainya," terangnya.
"Dibandingkan pendidikan dalam negeri yang kadang-kadang dicapai sambil nyambi kerja, kalau Ganjar Bisa sambil nyambi anggota DPR tiba-tiba wes jadi master," ucapnya, menambahkan.
Lebih lanjut pakar hukum tata negara itu meyakini bahwa penjelasannya tidak untuk membandingkan kualitas pendidikan dalam dan luar negeri. Namun tetap faktanya pendidikan di luar Indonesia masih jauh lebih baik karena sejumlah alasan.
"Bukan berarti saya mengatakan pendidikan luar negeri itu lebih baik, tidak, soalnya sederhana saja pendidikan luar negeri itu memberikan kita lebih banyak waktu untuk membaca dan menulis," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian