Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah mendorong ekualitas komunikasi untuk penyandang disabilitas dari tuna rungu alias tuli di Indonesia.
Dirinya mendorong adanya penuntasan soal akibat adanya perbedaan bahasa isyarat yang berlaku dalam wilayah tanah air yakni, Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).
Bersama Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), pihaknya mendorong adanya kajian mendalam guna penuntasan masalah tersebut. Ini demi mudahnya kehidupan penyandang disabilitas dalam bermsyarakat. Caranya dapat dilakukan dengan menyoroti penerapannya di lembaga pendidikan luar biasa/Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Mayoritas yayasan SLB memang menggunakan SIBI sebagai bahasa isyarat yang diajarkan kepada murid-muridnya. Namun, sebagian kecil juga ada yang menggunakan BISINDO, bahkan verbal. Dalam UU Disabilitas yang berlaku sekarang, sebenarnya tidak ditetapkan secara mutlak jenis bahasa isyarat apa yang harus dipelajari”, ujarnya, dilansir Jumat (25/8).
Lebih lanjut, Ledia menyebut bahwa masalah perbedaan bahasa isyarat ini perlu segera diselesaikan.
“Jika tak segera diatasi, tentu perbedaan ini akan menyulitkan bagi penyandang tuli karena mereka tidak dapat memahami maksud isyarat dari lawan bicaranya. Karena salah satu ada yang menggunakan SIBI, sedangkan yang lain menggunakan BISINDO, dan sebaliknya. Hal ini juga akan menyulitkan anak-anak Tuli yang belajar bahasa isyarat karena adanya perbedaan antara yang dipelajari di sekolah dengan yang berlaku di komunitas tuli secara umum”, ucap Ledia.
Terakhir, Ledia mengajak Gerkatin dan komunitas penyandang Tuli lainnya untuk terus mensosialisasikan bahasa isyarat kepada masyarakat luas.
“Semakin banyak masyarakat yang terpapar bahasa isyarat, maka mereka juga bisa melakukan komunikasi dengan bahasa isyarat tersebut kepada penyandang disabilitas Tuli. Oleh sebab itu, perlu diaktifkan program belajar dengan media interaktif melalui platform online, khususnya, agar mudah diakses oleh masyarakat umum. Dimulai dari gerakan dan kosakata sederhana hingga tingkatan-tingkatan yang lebih rumit”, tegas Ledia.
Sebagai informasi, Sistem Bahasa Isyarat Indonesia (SIBI) SIBI merupakan bahasa isyarat yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan digunakan dalam pengajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Sedangkan, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) adalah bahasa isyarat yang muncul secara alami dalam budaya Indonesia dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
6 Shio Paling Beruntung pada 15 Maret 2026, Siap-siap Cuan!
-
Flower Power 2026: Upgrade Dress Motif Bunga Lamamu Biar Lebih Chic dan Dewasa!
-
Terpopuler: 5 Mobil Bekas Irit Bensin dan Pajak Murah, Pembatasan Truk saat Lebaran 2026
-
Manga JM Dapat Adaptasi Anime: Kala Assassin dan Gadis Sekolah Tukar Tubuh
-
Terpopuler: Cara Cek CCTV Tol Trans Jawa Real-Time lewat HP, Rekomendasi HP Baterai 7.000 mAh
-
Undertone, Film Horor Atmosferik dari A24 yang Meneror Lewat Rekaman Suara
-
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Arab Saudi Hingga 5 Pesawat Tanker BBM Rusak Parah Sekali
-
Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
-
Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
-
Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel