/
Kamis, 31 Agustus 2023 | 11:37 WIB
Jajaran ketua umum partai politik pendukung calon presiden Prabowo Subianto berfoto bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan elite PAN di acara HUT ke-25 PAN di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/8/2023). (Dok. Gerindra)

Simpatisan Ganjar Pranowo, Yusuf Dumdum alias Yusuf Muhammad buka suara terkait dengan pembentukan dari Koalisi Indonesia Maju di Pilpres 2024.

Dirinya memberikan kritikan menohok karena koalisi tersebut adalah copy paste nama dari kabinet yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Menurutnya hal ini terjadi karena suara relawan dari orang nomor satu dalam pemerintahan tersebut sedang coba direbut oleh Kubu Prabowo Subianto. Menurutnya hal ini tak akan sukses mengingat tak ada usaha yang ditunjukkan oleh menteri pertahanan itu untuk mematik simpati dari Relawan Jokowi.

"Masa ide nama koalisi aja njiplak alias copy paste. Hal yg simpel ini aja gak mampu mikir sendiri, apalagi hal besar ? Mau gaet suara pemilih Jokowi kok lewat nama koalisi ? Emangnya kita-kita ini gampang dikibuli ? Netizen sudah cerdas," tegasnya lewat @yusuf_dumdum, dilansir pada Kamis (31/8).

Sementara itu, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay mengungkap cerita di balik pembentukan nama Koalisi Indonesia Maju.

Dirinya mengatakan bahwa hal ini bermula dari kesimpulan harus melahirnya koalisi baru setelah digelarnya pertemuan pendahuluan yang dihadiri para sekjen dan petinggi Gerindra, PKB, Golkar dan PAN di Jakarta.

Ia lupa kapan tanggal persisnya pertemuan tersebut. Namun, ia mengatakan pertemuan itu digelar beberapa hari sebelum puncak perayaan HUT ke-25 PAN di Jakarta 28 Agustus.

"Jadi waktu kami bertemu beberapa teman-teman lintas partai sebelum ada nama ini, memang kami sudah ingin buat nama baru. 'Ya udah kita buat nama baru'. Ini [pertemuan] sebelum nama itu dibuat," katanya.

Load More