/
Jum'at, 08 September 2023 | 12:32 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan ucapan selamat kepada bakal capres Anies Baswedan dan cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2023). (Suara.com/Novian)

Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting mengungkapkan bahwa usai cabut dukungan dari Anies Baswedan, Partai Demokrat diprediksi akan kesulitan diterima kubu Prabowo Subianto atau pun Ganjar Pranowo.

Baik kubu Prabowo dan Ganjar menurut Ginting akan menghitung ulang manfaat dan kerugian menampung Demokrat.

Hal ini karena menurut Ginting, Demokrat memegang mazhab “AHY harus jadi cawapres”. Setelah apa yang terjadi di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), dua poros koalisi lainnya akan berpikir betul-betul mengenai Demokrat.

“Ini dibaca oleh Prabowo saya pikir dari kondisi terakhir di mana PKB keluar dari Koalisi maka menyisakan Gerindra, Golkar, PAN, dan jika Demokrat mazhabnya masih AHY harus cawapres, saya kira hitung-hitungannya Prabowo lebih baik menyelamatkan Golkar dan PAN dari pada harus menerima demokrat,” ujar Sudirman di kanal Youtube Hersubeno Point FNN, dikutip Rabu (6/9/23).

“Ini yang dipersoalkan oleh Demokrat ketika keluar dari KPP adalah minta kesetaraan, menurut saya dalam politik tidak ada kesetaraan, di KPP jelas saham itu terbesar ada di NasDem, kemudian ketika ada yang ingin menjadi nahkoda juga akan pecah, kita tahu kalau di PDIP semua ditentukan oleh Megawati bukan Ganjar,” tambahnya.

Load More