/
Rabu, 20 September 2023 | 17:10 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (tengah) di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2023). (Suara.com/Dea)

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menegaskan Nahdlatul Ulama (NU) tidak tertarik terlibat dalam politik dukung mendukung pada pemilu 2024.

Hal itu diungkapkan Gus Ulil dalam rekomendasi hasil dari  Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dn Konferensi Besar NU 2023 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, kemarin.“NU tidak tertarik terlibat dalam politik dukung mendukung, politik NU hanya berdasarkan nilai. Bagi NU yang penting adalah bukan siapa dan partai apa yang didukung tetapi nilai yang diperjuangkan," jelas Gus Ulil.

Menurutnya, politik harus didasarkan kepada nilai-nilai kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan. "Itu adalah rekomendasi kita terkait dengan politik elektoral atau pemilu mendatang," tuturnya. Sebelumnya Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan PBNU tidak akan pernah meninggalkan Presiden Jokowi.

Gus Yahya sapaan akrabnya mengaku selama memimpin PBNU, Jokowi selalu memberikan dukungan kepada masyarakat. Sejumlah agenda besar PBNU, terutama mengenai kerja sama dengan kementrian dan lembaga merupakan bantuan dari Jokowi.  “Sejak memulai pak Presiden tak pernah jauh-jauh dari PBNU. Senantiasa bersama PBNU sampai detik ini,”Ucap Gus Yahya.

Menurutnya, PBNU sudah dan akan menjalankan banyak program strategis berkat bantuan Jokowi, dari program digitalisasi, peningkatan sumber daya manusia lewat beasiswa, hingga Pembangunan Universitas Nahdlatul Ulama.

Tag

Load More