/
Jum'at, 13 Oktober 2023 | 10:05 WIB
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja. (Suara.com/Dea)

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja senang dan menyambut baik kolaborasi Meta yang meluncurkan portal pelaporan konten untuk Bawaslu baik di Facebook dan Instagram. Dia berharap pelanggaran dimedia sosial, khususnya hoaks dan disinformasi bisa ditangani.

"Semoga Meta bisa membantu Bawaslu menyaring konten media sosial untuk menangkal hoax berita bohong black campaign, sampai pada tahapan take down," kata Bagja di Kantor Meta Indonesia, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pelanggaran kemungkinan tinggi terjadi pada masa tahapan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden lalu dilanjutkan masa kampanye. Dia juga meminta adanya penyelerasan standar kebijakan Meta dan peraturan Bawaslu untuk menentukan pelanggaran di media sosial.

“Saya kira bisa dikordinasikan dan kerja sama dengan Meta mengamankan untuk mengawasi Pemilu 2024 agar jujur dan adil sehingga kualitas pemilu tetap terjaga," tutur Bagja.

Manajer Kebijakan Publik Meta di Indonesia, Karissa Sjawaldy menyatakan pihaknya akan membantu Bawaslu  memantau pelanggaran Pemilu, khususnya  di media sosial. “Dalam hal kepemiluan nantinya akan ada petunjuk spesifik dari Meta untuk Indonesia yang disinkronkan dengan Peraturan Bawaslu,”Ujarnya.

Dengan demikian, kata Karissa  ketika ada konten viral yang memuat unsur pelanggaran proses penanganan bisa lebih cepat karena sudah sepahamnya Meta dan Bawaslu. Dia memahami jika proses Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang waktunya akan berdekatan maka Meta menyiapkan 'War Room' saat tahapan krusial untuk pengambilan keputusan yang bisa cepat dan real time.

"Hal inilah yang dapat kami lakukan Bawaslu menjadi rekan kami bersama-sama dengan Kominfo, KPU untuk mengawasi konten-konten yang ada di media sosial terutama masa kampanye dan tahun 2024 mendatang," jelas Karissa.

Tag

Load More