Suara.com - Berdasarkan stereotip masyarakat, perempuan dianggap lebih sering marah, stres dan tidak berdaya dibandingkan laki-laki.
Namun studi terbaru mengungkapkan sebaliknya. Lelaki sebenarnya tiga kali lebih mungkin merasa stres berat yang pada gilirannya membuatnya rentan melakukan bunuh diri daripada perempuan.
Hasil ini sesuai data dari Kantor Statistik Nasional Inggris yang dikumpulkan selama 30 tahun. Data menunjukkan bahwa pada 2012, sebanyak 5.981 orang berusia 15 tahun melakukan bunuh diri. Sekitar 4.590 orang yang bunuh diri adalah laki-laki, sedangkan 1.391 adalah perempuan.
Seperti dilansir Daily Mail, data tahun 1981 juga menunjukkan bahwa risiko bunuh diri pada lelaki adalah 1,9 kali lebih banyak dibandingkan perempuan. Sementara kelas usia yang paling mungkin untuk melakukan bunuh diri adalah laki-laki berusia 40-44 tahun.
Para peneliti percaya bahwa lelaki lebih rentan untuk bunuh diri, karena terkait dengan isu-isu karier. Mereka yang tidak puas dengan karier, dan masalah keuangan dianggap paling mungkin untuk mengambil jalan bunuh diri sebagai penyelesaian akhir dari masalahnya.
Satu teori juga mengungkapkan bahwa situasi ekonomi menurun pada 1980 - 1990 menyebabkan tingkat bunuh diri pada lelaki meningkat.
"Lelaki yang berada di kelompok sosial ekonomi rendah 10 kali lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri daripada lelaki yang berada dalam kelompok sosial ekonomi atas," kata peneliti.
Selain masalah ekonomi, lelaki juga dikenal lebih sulit untuk mengungkapkan perasaannya daripada perempuan. Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap depresi, stres, dan kesulitan dalam menyelesaikan masalah.
Bagaimana pendapat Anda mengenai hasil penelitian ini? Setujukah Anda bahwa laki-laki memang lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri daripada perempuan?
Berita Terkait
-
5 Tips Feng Shui Meja Kerja agar Karier Makin Bersinar, Perhatikan Posisinya
-
Persaingan Karier Makin Ketat, Gen Z Sebaiknya Kuliah atau Langsung Kerja?
-
Jejak Karier Chairul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
-
I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran