Lifestyle / Food & Travel
Senin, 03 Maret 2014 | 08:13 WIB
Ilustrasi perjalanan (visualphotos.com)

Suara.com - Mimpi terburuk bagi wisatawan adalah dengan tidak sengaja meninggalkan paspor di rumah, kehilangan boarding pass, perjalanan ditunda, gerbang keberangkatan bus berubah. Atau yang lebih buruk lagi, tidak memiliki uang lebih untuk sekedar membeli minuman.

Tapi perkembangan teknologi membuat semua itu bukan lagi masalah. Apple lewat aplikasi Apple PassBook, memberi pengalaman cash-less selama perjalanan, termasuk tetek bengek urusan di bandara. Aplikasi ini tersedia di iPhone 5 yang diluncurkan akhir tahun lalu.

Tak hanya itu sejumlah bandara, seperti Changi, Singapura dan Kingsford Smith, Sydney sudah menawarkan aplikasi khusus terkait jasa bandara dan berbagai informasi tentang penerbangan, termasuk update jadwal penerbangan anda.

Seperti dilangsir CNN PassBook memungkinkan para wisatawan membawa berbagai dokumen perjalanan, seperti boarding pass, bukti pemesanan hotel di dalam ponsel mereka. Aplikasi ini membuat proses check-in, belanja selama dalam perjalanan, atau ke mana seorang wisatawan akan pergi setelah mendarat di bandara, menjadi lebih mudah, aman, dan cepat. Bahkan para ahli meramalkan, pada akhirnya passport juga akan dibuat dalam bentuk digital.

Dengan aplikasi ini, boarding pass seseorang akan secara otomatis tampil di layar smartphonenya, saat dia mendekati bandara. Boarding pass juga akan secara otomatis diperbarui jika ada perubahan gerbang keberangkatan.

Jika Anda merencanakan beberapa perjalanan sekaligus, ada aplikasi TripIt yang dapat men-scan apapun yang berhubungan dengan pemesanan hotel, tiket kereta api maupun tiket pesawat. Soft copynya akan dikirim ke email pribadi Anda.

Pada 2007, Apple sudah merilis mobile boarding pass untuk penerbangan sejumlah maskapai seperti Air Asia, Cathay Pacific dan Japan Airlines. Belakangan Airbnb, Eventbride, dan McDonald juga memanfaatkan aplikasi Passbook digi-train. Wow, semuanya bakal lebih mudah ya.

Load More