Suara.com - Bulan madu, adalah momen indah bagi mereka yang baru saja menikah. Tak heran jika banyak orang berlomba-lomba memilih tempat yang romantis demi memberi arti bagi momen indah. Jika tak mau jauh-jauh, Anda bisa memilih Ubud, Bali atau Kepulauan Seribu.
Tapi jika memiliki waktu cukup dan uang berlebih, tak ada salahnya mencoba lima tempat yang disebut sebagai tempat paling romantis di dunia ini.
1. St. Lucia, Barbados
Di antara birunya Laut Karibia, tepatnya di St Lucia, ada banyak resor yang sangat romantis. Salah satunya adalah Ladera Resort. Menyediakan kamar-kamar yang hanya memiliki tiga dinding. Satu dindingnya dibiarkan terbuka menghadap langsung ke Laut Karibia.
2. Valparaiso, Cili
Selama Puluhan tahun Valparaiso yang indah telah mengilhami banyak penyair dunia. Penulis terkenal, Pablo Neruda memilih Valparaiso menjadi 'rumahnya' karena setiap sudut kota ini menghadirkan suasana romantis, sekalipun dalam gaya bohemian.
3. Vila Ruza, Kolocep, Kroasia
Tak jauh dari Dubrovnik, di sebuah pulau kecil bernama Kolocep, ada Villa Ruža Restaurant and Lounge Bar. Vila ini dibangun pada 1930 di tengah hutan pinus yang menghadap langsung ke laut yang biru. Untuk mencapainya para pengunjung harus menggunakan feri, taxi boat atau menggunakan yatch pribadi. Vila jadi pilihan favorit mereka yang ingin menggelar pernikahan yang romantis.
4. Puncak Empire State Building, New York AS
Menikmati malam di puncak salah satu gedung tertinggi dunia, saat udara berkabut akan terasa romantis juga. Tak perlu khawatir harus antri, karena dalam kondisi seperti ini sangat jarang orang datang ke sana. Duduk di tengah kabut berasa seperti tengah berada di atas awan. Pejamkan mata saat menikmati semua ini, dan pikiran Anda akan seketika melayang.
5. Menghabiskan malam di suite Hotel Hilton Amsterdam, Belanda
Kamar yang digunakan pasangan John Lennon-Yoko Ono saat berbulan madu pada 1969, masih dipertahankan sesuai aslinya. Nama John Lennon tentu akan menghadirkan sihir tertentu, apalagi jika Anda melengkapi romatisme ini dengan sebotol sampanye dan mawar merah. (The Telegraph)
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Scorpio Saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Kesadaran Pasangan Muda soal Bayi Tabung Meningkat, Morula IVF Perkuat Layanan Berstandar Global
-
Ojol Nyamar Jadi Orang Kaya Demi Cinta, Film Free Wifi Sindir Telak Budaya Pamer Media Sosial!
-
Privasi vs Transparansi: Haruskah Pasangan Saling Membuka Akses Digital?
-
4 Zodiak Pasangan Idaman Paling Tulus Menurut Astrologi Tiongkok
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
-
Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam
-
Bahlil Rem Ekspor Batu Bara, Ekonomi Daerah Terancam Tak Lagi Membara
-
Sosok Pemotor Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Terungkap, Ini Penjelasan Polisi
-
Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, DVI Pastikan Bukan Tewas Terbakar
-
23 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak, Murah dan Pasti Kepakai
-
Hujan Deras Guyur Pakansari, Pertanda Timnas Indonesia Hujani Vietnam dengan Banyak Gol?
-
Dedi Kusnandar: Persib Bandung Siap Hadapi Persija di Semifinal Piala Presiden 2026
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?