Suara.com - Patah hati dan terluka setelah hubungan cinta harus diakhiri tidak hanya dialami oleh perempuan, lelaki pun mengalami hal yang sama.
Hanya saja cara bereaksi atau meresponnya yang berbeda. Kalau perempuan lebih senang berbagi cerita atau curhat dengan sahabat, teman atau keluarganya, lelaki justru cenderung tidak merasa nyaman bila perasaannya itu diketahui oleh orang lain.
Lantas, bagaimana cara mereka menangani perasaannya yang sedang hancur lebur akibat cinta?
Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir dari Boldsky.
1. Menyendiri atau Jadi Dingin
Sering kali lelaki cenderung senang pergi menyendiri atau jadi sosok yang dingin dan sulit diatur setelah putus cinta. Mereka melakukan itu karena menjaga dirinya agar lukanya tak semakin menjadi. Ia merasa tak nyaman kalau harus berbagi cerita dengan orang lain, karena itu sama juga mengorek-ngorek lukanya yang belum mengering. Karenanya tak heran bila ia menghindari interaksi dengan orang lain.
2. Berhubungan dengan Banyak Perempuan
Ada tipe lelaki setelah putus cinta malah terlibat banyak hubungan dengan perempuan. Cara ini sebenarnya dilakukan sebagai pelarian untuk melupakan masalahnya yang menyakitkan itu. Sebenarnya ia tidak benar-benar mempunyai perasaan lebih terhadap perempuan-perempuan tersebut. Ia hanya membutuhkan ada seseorang di sekitarnya dan dia memang menghindari terlibat hubungan dengan satu perempuan saja. Ini dikarenakan lelaki masih trauma dengan hubungan cintanya yang kandas.
3. Kumpul dengan Sahabat-sahabatnya
Ada lelaki yang tidak melakukan hal-hal yang di atas setelah putus cinta, tetapi memilih sering menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya. Ia dan sahabat-sahabatnya biasanya pergi untuk minum, makan atau berpesta. Baginya, para sahabatnya itu merupakan penyelamat yang mampu mengurangi bebannya sehingga bisa sejenak melupakan masalahnya.
4. Menyibukkan Diri dengan Pekerjaan
Banyak lelaki menyibukkan diri dengan pekerjaan ketika dilanda masalah cinta. Dengan cara tersebut mereka berharap bisa melupakan masalahnya.
Berita Terkait
-
Pajak Kontrakan 2027: Bukan Pajak Baru, Ini Tarif dan Cara Hitungnya
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak
-
5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar
-
Zodiak Apa Saja yang Paling Cepat Akrab dan Cocok untuk Hubungan Jangka Panjang? Ini 7 Daftarnya
-
Slow Living di Singapura, Pria Ini Usia 35 Tahun Pensiun Tapi Hidup Layak Jadi Pengangguran
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki