Makanan khas Sudan jarang terbebas dari daging, karena negara ini memang sangat kaya dengan hewan ternak, bahkan Sudan telah menjadi negara pengekspor ternak utama. Daging favorit tetap domba dan ayam dengan ikan (Perch dari sungai Nil) sangat umum di kalangan penduduk kota.
Hidangan yang paling umum adalah mulah waika (okra masak kering) dan mulah rob (susu kental) diambil dengan Kisra (telur dadar seperti pancake yang dicampur dengan sereal).
Cara membuat Kisra berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Orang-orang di bagian barat biasanya lebih memilih bubur kisra, sedangkan di utara lebih memilih lapisan tipis Kisra. Ada juga salatet Zabadi (mentimun atau salad yogurt), adas shorbet (sup miju-miju) dan kofta (bakso).
Tidak seperti masakan Asia, masakan khas Sudan lebih sederhana yang ditambahkan dengan sedikit rempah-rempah. Garam, merica dan lemon adalah bumbu utama.
Makanan dianggap belum lengkap tanpa Shatta - bumbu pedas yang terbuat dari cabai merah digerus dengan jus lemon dan bawang putih; disajikan ketiaka setiap kali makan.
Beberapa keluarga juga menyajikan Mahshi (tomat atau ketimun dengan daging cincang) selama bulan Ramadan, tetapi ini tidak terlalu umum. Di provinsi-provinsi utara, orang lebih suka gurrasa (pancake tebal tepung terigu) yang diambil dengan mulah Bamya yang terbuat dari okra domba rebus.
Makanan Sudan memang lebih banyak menyediakan daging-dagingan, tapi biasanya mereka tidak menggunakan garpu atau pisau untuk memakannya. Meskipun sendok disediakan. Makanan biasanya dimakan dari mangkuk, terutama dalam kasus Kisra, bubur dan gurrasa.
Sebuah minuman ringan Ramadan yang sangat umum adalah abreh yang mungkin baik merah atau putih. Rasanya sedikit manis, minuman yang menyegarkan terbuat dari serpihan tipis tepung sorgum.
Minuman lain termasuk limun dan jus buah dengan jambu biji, jeruk, dan mangga tersedia berlimpah di seluruh negeri. Karena cuaca panas, abreh disajikan sepanjang tahun.
Saat berbuka, tidak akan lengkap tanpa teh dan kopi. Biasanya teh digunakan dan diinfuskan sampai merah tua. Kemudian ditambahkan dengan kayu manis.
Sudan memiliki cara yang sangat berbeda dalam membuat kopi - dan cara ini membuat Sudan populer. Dikenal secara lokal sebagai jabana, kopi disiapkan dengan terlebih dahulu menggoreng biji kopi dalam panci khusus di atas arang dan kemudian menggilingnya dengan cengkeh dan rempah-rempah tertentu.
Kopi direbus dalam air panas dan disajikan dalam cangkir kecil dari ketel tanah liat kecil yang dikenal sebagai aljabana. (Islamweb.net)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Trik Duet Cushion dan Bedak Tabur agar Complexion Bebas Dempul dan Anti-Geser
-
Dompet Hitam Benarkah Paling Mendatangkan Rezeki? Ini Maknanya Menurut Feng Shui
-
4 Shio yang Hoki 12 Juni 2026, Segalanya Diprediksi Berjalan Lancar
-
4 Rekomendasi Micellar Water Oil di Shopee, Terbukti Aman untuk Kulit Sensitif dan Berminyak
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 12 Juni 2026, Rezeki dan Peluang Emas Menanti
-
Terpopuler: Sepatu Lari Kanky buat Easy Run, Cristiano Ronaldo Main di Piala Dunia 2026?
-
5 Tips Feng Shui Kamar Tidur agar Rezeki Mengalir, Jangan Salah Taruh Cermin
-
Tak Cuma Kulineran, Ini Destinasi 'Wajib Singgah' di PRJ 2026 yang Banjir Hadiah
-
Rosemary Oil untuk Apa? Ini Manfaat Bagi Rambut dan Cara Pakainya
-
Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah