Suara.com - Dunia fashion muslim di Indonesia kini sangat berkembang. Beragam model dan gaya pun sudah tersedia bagi para muslimah berhijab.
Namun, ternyata busana muslimah yang bertujuan untuk menutup aurat ini, masih belum menjadi perhatian beberapa pemakainya.
Seperti fenomena Jilboobs yang tengah marak belakangan ini di berbagai sosial media, twitter maupun facebook.
Jilboobs itu sendiri adalah sindiran bagi perempuan yang menggunakan jilbab tetapi masih memperlihatkan lekuk tubuhnya, terutama bagian dada atau yang dalam bahasa Inggris disebut boobs.
Melihat fenomena ini, desainer busana muslim kenamaan Ria Miranda pun ikut berkomentar.
Ia mengaku malu tentang kesalahan fesyen muslimah yang tengah menjadi perbincangan saat ini.
"Istighfar banget deh. Menurut saya itu sama saja dengan tidak berhijab," ujarnya.
Beranjak dari kondisi yang memprihatinkan itulah saat ini, baik Miranda maupun para desainer busana muslim lainnya sedang berusaha untuk membuat busana muslimah yang syar'i dengan tetap mempertimbangkan estetika dan kepribadian si pemakai.
Busana muslimah yang syar'i itu sendiri, menurut dia, adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh termasuk bagian dada, tidak tipis, dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh.
"Mungkin mereka belum mengerti apa itu makna dari berhijab yang sesungguhnya. Berhijab dengan berpakaian ketat itu sama saja dengan kemunduran," ujar ibu satu anak ini.
Selama ini, Ria sendiri sangat menghindari pemakaian baju yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, meskipun tetap dilapisi dengan baju luaran. Walau memakai rok yang tipis, ia selalu mengenakan rok dalam.
Ria menyarankan, untuk perempuan berdada besar, sebaiknya pilih model hijab yang menjulur hingga bawah dada dan memakai pakaian yang longgar agar lebih nyaman.
"Saya berharap, masyarakat sudah pandai dan juga bisa menilai seperti apa yang harus dijadikan tren fesyen busana muslimah. Dan tidak banyak muslimah yang terpengaruh dengan tren Jilboobs tersebut. Semoga mereka yang masuk kategori jilboobs, bisa disadarkan segera," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Jennie Temukan Kebebasan dan Rumah Tuk Pulang di Lagu Terbaru, Fallen Angel
-
Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku
-
APBD Terancam! Warga Sulteng Tuntut Pusat Segera Cairkan Dana Tambang
-
BGN Minta Mitra Laporkan Pungli Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Relung yang Patah: Ketika Melepaskan Menjadi Cara Terakhir untuk Bertahan
-
Purbaya Bingung Kenapa Masyarakat Masih Demo Meski Pertumbuhan Ekonomi Naik
-
261 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Total 2.400 Orang Belum Ketemu
-
Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T