Suara.com - Omzet penjualan batu cincin di pasar Rawa Bening Jatinegara, Jakarta Timur meningkat sekitar 50 persen usai Lebaran.
Hal itu karena mayoritas pembeli sudah tidak lagi dibebani untuk memenuhi kebutuhan pakaian baru dan bahan pokok pangan.
"Pembeli akan fokus mencari batu usai Lebaran karena saat Lebaran disibukkan dengan membeli pakaian dan bahan kebutuhan pokok," kata seorang pedagang batu cincin, Ali Izhar, Rabu (13/8/2014).
Ia mengatakan, pada saat sebelum Lebaran, omzet yang diperoleh hanya berkisar Rp2 juta hingga Rp50 juta, namun usai lebaran penjualan bisa mencapai Rp4 juta sampai Rp75 juta dalam sehari.
Dalam satu hari ada 10 hingga 15 orang yang singgah untuk melihat batu di tokonya. Mereka ada yang membeli dan ada juga yang sekedar melihat-lihat saja.
"Beli batu ini masalah suka, kalau konsumen suka pada batu itu berapapun harga batu tersebut pasti dibeli walau harus mengumpulkan uang lebih dulu," ucapnya.
Penjualan batu bernilai tinggi itu didapat dari jenis batu "Bacan" asal Ternate serta batu "Lumut Aceh" dari Nangroe Aceh Darussalam.
"Dua jenis batu itu yang kini paling diminati sehingga penjualan kami juga terdongkrak sekitar 50 persen dari dua jenis batu itu," ucap pemilik toko batu cincin Rajo Batu.
Hal serupa juga dikatakan pedagang lain Muhammad Rifai, penjualan batu cincin ramai diburu konsumen sepekan setelah Lebaran.
"Saya ini spesialis penjual batu cincin jenis virus dan pelanggan saya ramai mencari batu tersebut usai Lebaran," tutur pria pemilik toko batu cincin Pancaroba Stone. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?