Suara.com - Bumi Nusantara memiliki beragam kain tradisional yang terkenal dengan keunikan dan kecantikannya. Ada batik, lurik, tapis, ulos, songket, jumputan hingga tenun ikat.
Jika Anda termasuk penyuka beragam kain tradisional tapi bingung bagaimana mengaplikasikannya ke busana siap pakai, desainer Didiet Maulana, membagi triknya kepada Anda.
Didiet menjelaskan, tenun ikat memiliki sifat yang berbeda-beda tergantung daerah asalnya. Jadi ketika ingin diaplikasikan ke busana, Didiet menyarankan untuk lebih dulu mengenal struktur dari material tenun ikat yang akan digunakan.
Menurutnya, tenun ikat dari Indonesia barat cenderung memiliki meterial yang lebih tipis dibandingkan tenun ikat asal Indonesia timur. Sedangkan untuk warnanya, kata Didiet, biasanya tenum ikat dari Indonesia barat lebih berani memilih warna. Makin ke timur, jelasnya, warnanya makin gelap dan mendekati warna-warna tanah
"Kesulitannya memang kita harus lebih dulu mengetahui sifat materialnya seperti apa. Jangan disamakan, melihat model baju dengan bahan sifon, lalu mau diaplikasikan ke bahan tenun ikat. Harus belajar strukturnya," ujar Didiet, di sela sebuah acara di Jakarta (Kamis (4/9/2014).
Tenun ikat yang biasanya lebih tebal lebih cocok untuk diaplikasikan ke gaun, blazer ataupun kemeja. Atau sebagai aksen yang membuat pakaian tidak terlihat monoton. "Selama pakaian tersebut cocok untuk struktur yang kaku, maka tenun ikat bisa digunakan," lanjut Didiet.
Tenun ikat lebih cocok dipadu-padankan dengan dengan kain polos. Karena tenun ikat biasanya sudah penuh dengan motif.
"Busana dari tenun ikat sendiri saat ini sudah bebas dipakai ke mana saja. Saya juga buat yang ready to wear, gaya casual. Jadi ke mal pun gak masalah," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras