"Hari itulah saya merasa desainer," ujarnya mengenang masa awal kariernya.
Namun karier Anne di dunia rancang busana tidaklah mudah. Ia pernah dihujat, karena dinilai telah merusak pakem busana nasional. bahkan desainer ternama Musa yang ikut mendorongnya untuk berkarier di Jakarta, ikut 'memarahinya'. Ini sempat membuat ibu tiga anak ini terpukul, namun perlahan tapi pasti Anne bangkit dari keterpurukan.
Usaha yang dirintisnya dari dua unit mesin jahit manual dan tiga karyawan, kini telah membiak membawahi 12 merek. Total 250 karyawan dipekerjakan Anne, sebagian besar adalah anak-anak putus sekolah. Namun Anne mengakui, dunia rancang busana yang identik dengan dunia yang glamour sangatlah berat.
"Media melihat kami seperti gelas kaca yang tak boleh retak. Sekali saja kita berbuat salah, cercaan akan mengalir," ujarnya.
Tak hanya mencurahkan pikirannya pada dunia kreatif, Anne kini juga aktif dalam berbagai aktifitas sosial. Ia bukan hanya salah satu perancang busana yang taat membayar pajak, Anne juga mendirikan Wisma Kasih Bunda yang memberikan bantuan bagi anak-anak dengan kelainan kesehatan seperti hydrocephalus, bibir sumbing, atresia ani (anak tanpa dubur) serta berbagai penyakit lainnya.
Perhatiannya pada pengusaha kecil menengah juga tak kalah. Ia antara lain memiliki toko Pendopo yang menjual karya para pengrajin dari berbagai daerah. Itulah Anne yang selalu bertanya apa yang bisa ia berikan untuk orang lain dari limpahan anugerah Tuhan yang diterimanya. Dan ia masih menyimpan mimpi, Tuhan memberinya kesempatan untuk terus berkarya hingga 25 tahun ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan