Suara.com - Korea Selatan (Korsel) adalah salah satu negara di Asia timur yang memiliki keindahan alam unik. Memiliki empat musim yang berbeda, Korsel mempunyai pemandangan beragam, tak membosankan.
Apalagi saat musim dingin tiba, ketika gunung, yang menutupi 70 persen Korsel tertutup oleh salju.
Anda dapat ber-ski, ber-snowboarding dan ber-sleeding, sambil menikmat pemandangan alam luar biasa.
Untuk dapat menikmati itu semua, saat ini, Korsel menyediakan tiket dan paket perjalanan khusus bagi calon wisatawan Indonesia.
Paketnya cukup lunak di kantong, mulai dari 1.000 dolar Amerika, atau sekitar Rp12 juta saja.
"Saat musim dingin, biasanya pengunjung Indonesia ke Korsel meningkat. Karena itu kami fokuskan pada travel winter. Biasanya puncaknya itu pada Desember-Januari," kata Ical, pengurus Korea Winter Travel Fair (KWTF) 2014 di Lotte Shopping Avenue, Jakarta. KWTF sendiri akan berlangsung sepanjang Oktober, di Lotte Shopping Avenue.
Dengan harga lunak tersebut, lanjut Ical, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah tempat rekreasi, seperti Alpensia Ski Resort di Daegwallyeong. Di tempat itu, saban musim dingin digelar PyeongChang Winter Olympics.
Adapula Elysian Gangchon, tempat bersenang-senang untuk bermain ski dan golf, yang lengkap dengan resort dan condominium.
Selain dua tempat di atas, Anda juga dapat mengunjungi Hansol Oak Valley di Provinsi Gangwon-do. Di sana wisatawan dapat merasakan sensasi bermain ski dengan latar belakang pemandangan hutan salju yang indah.
"Masih ada juga High1 Resort, Jisan Forest Resort, Konjiam Resort, Muju Deogyusan Resort dan masih banyak lagi," ujar Ical.
Selain tempat wisata, Korsel, pada musim dingin juga bakal menggelar banyak Festival. Seperti Fun Ski Festival di Yongpyong Resort. Festival ini terkenal sebagai festival ski pertama di Korsel. Berlangsung dari pertengahan Desember hingga Awal Maret, yang amat digandrungi banyak wisatawan dari dalam maupun luar Korsel.
"Adapula Go-Go Ski Festival, Ru-Ski Festival, Hwancheon Sancheoneo (Mount Trout) Ice Festival, Inje Icefish Festival dan masih banyak lagi," tutupnya.
Berita Terkait
-
Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia
-
Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus
-
Kang Edai dan Upaya Menjaga Budaya Osing Tetap Hidup di Kemiren
-
Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les
-
Pelayaran Wisata Mau Dikembangkan, BKI Gandeng Sejumlah Mitra
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara