Lifestyle / Female
Selasa, 11 November 2014 | 11:04 WIB
Kerisha Mark. (NYDailynews/KTRK)

Suara.com - Kerisha Mark (40 tahun) kerap merasakan sakit di dadanya. Dia sempat berpikir mengalami serangan jantung atau tumor otak. Ternyata, penyebabnya adalah ukuran payudara Mark yang terlalu besar.

Perempuan asal Texas ini akhirnya memutuskan untuk melakukan operasi untuk mengecilkan ukuran payudaranya dari 36 NNN menjadi 36 DD.
Ketika banyak perempuan yang ingin punya payudara dengan ukuran besar, Mark justru sama sekali tidak tertarik mempunyai dada yang terlalu membusung.

“Saya tidak bisa berlari atau lompat. Saya hanya bisa melakukan kegiatan dengan sangat terbatas,” ujarnya.

Dada Mark memang lebih besar dibandingkan perempuan lainnya. Ketika usianya memasuki 30 tahun, ukuran payudaranya tumbuh menjadi NNN. Akibatnya, dia harus menahan payudaranya itu dengan plester.

Berat masing-masing payudaranya adalah 7,5 kg. Dengan demikian, Mark harus ‘menanggung beban’ seberat 15 kg di dadanya. Itu yang membuat lehernya dan dadanya sering mengalami rasa sakit.

Payudara ‘raksasa’ itu dikarenakan gejala gigantomastia, kondisi di mana payudara bertambah 3 persen dari berat tubuh seseorang. Hormon diduga menjadi penyebab bertambah besarnya payudara Mark.

Mark sempat berpikir untuk melakukan operasi. Namun, rencana itu baru terlaksana di ulang tahunnya ke-40. Operasi dilakukan di Houston oleh Dr. Franklin Rose. Sang dokter mengatakan, dia tidak pernah melihat payudara sebesar itu selama 35 tahun menjadi dokter.

Operasi itu berjalan selama empat jam. Usai operasi, Mark mengaku turut ‘berduka cita’ atas ‘meninggalnya payudaranya raksasanya itu. Kini, Mark sudah mempunyai ukuran payudara yang normal.

“Agenda pertama saya setelah operasi adalah membeli bra yang bagus dan membeli baju baru,” ujarnya. (NYDailynews)

Load More