"Sinden Idol" kembali digelar oleh Universitas Negeri Semarang (Unes) dengan tujuan untuk mempertahankan dan memacu regenerasi pesinden di tengah persaingan global.
"Sinden Idol ini memang dikonsep sebagai kegiatan dua tahunan," kata Sekretaris Panitia "Sinden Idol" Suseno di sela-sela Malam Final Sinden Idol di Gedung Ghradika Bhakti Praja, Semarang.
Menurut dia, kompetisi "Sinden Idol" ini digelar untuk meningkatkan pamor pesinden yang kini semakin terpinggirkan dibandingkan profesi-profesi seni lainnya, seperti dalang. Selama ini, ujarnya, pesinden sering dianggap sebagai pelengkap dalam pergelaran kesenian, padahal peran sinden begitu penting dan tidak semua orang bisa menjadi pesinden yang andal.
"Sekarang ini kan anak-anak muda kurang tertarik belajar sinden. Makanya, kami ingin memacu semangat belajar sinden. Tidak gampang jadi pesinden, harus menguasai cengkok suara, dan sebagainya," katanya.
Ia menyebutkan peserta "Sinden Idol" semula berjumlah sekitar 50 orang, namun setelah tersaring dalam beberapa tahapan tinggal menyisakan 10 peserta yang terbagi dua kategori, yakni remaja dan dewasa.
"Sepuluh peserta ini dibagi masing-masing lima orang untuk setiap kategori. Namun, satu peserta untuk kategori remaja berhalangan hadir sehingga yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri," katanya.
Para peserta berasal dari berbagai kalangan, dan datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Peserta digolongkan menjadi beberapa kelompok. Kategori remaja, dengan rentang usia antara 13-22 tahun, sementara kategori dewasa antara 23-35 tahun, serta tidak ada persyaratan khusus lain, seperti berkuliah atau bersekolah.
Pembantu Rektor II Unnes Wahyono mendukung penuh kegiatan ini dan berjanji akan rutin menggelar even ini dan dijadikan sebagai andalan program konservasi budaya Unnes.
Pada Malam Final Sinden Idol 2 itu, juara pertama kategori remaja diraih Suci Ofita Dewi (21), mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sementara kategori dewasa diraih Dhesi Purnawai (24). Para pemenang kompetisi itu, masing-masing mendapatkan uang senilai Rp20 juta untuk juara pertama, kemudian Rp15 juta untuk juara kedua, dan juara ketiga mendapatkan hadiah uang senilai Rp10 juta. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Ahmad Muzani Ungkap Keinginan Presiden Prabowo: PPHN Sebaiknya Diatur Lewat TAP MPR
-
Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9
-
Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal
-
6 Sistem Pernapasan Manusia Organ dan Cara Kerjanya
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Palangka Raya
-
Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?