Suara.com - Pemerintah Kota Tokyo, Jepang, disebut punya 'target' turis yang lebih luas. Terutama yang jadi sasaran mereka adalah turis dari negara yang memiliki warga mayoritas Muslim.
Menurut Senior Director Tourism Division, Bureau of Industrial and Labor Affairs Tokyo Metropolitan Government, Chieko Sugisaki, pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi agar warga Muslim bisa ikut menikmati Jepang.
"Kami sudah menyiapkan agar warga Muslim tetap nyaman berada di Jepang," katanya di Jakarta, Jumat (30/1/2015).
Sugisaki menyebut bahwa pemerintah Tokyo, antara lain sudah menyiapkan handbook atau buku panduan yang khusus berisi panduan restoran serta tempat beribadah.
"Pembuatan dan distribusinya sudah akan kami mulai," katanya.
Ditambahkannya, sosialisasi perihal tempat beribah juga sudah dilakukan. Namun dia menyebut bahwa ada keterbatasan soal informasi masjid atau mushola yang sesuai dengan standar.
"Misalnya, tempatnya seperti apa dan menghadap ke mana. Namun kami berniat untuk menyosialisasikan hal ini melalui situs," katanya lagi.
Untuk restoran, Sugisaki menyebut bahwa pihaknya mengimbau restoran untuk memberikan rincian kandungan dalam setiap makanan mereka.
"Sehingga bisa dipilih juga menu makanan yang bisa dimakan," katanya.
Tidak hanya itu, dia menyebut, bahkan sudah ada restoran yang menggunakan sertifikasi halal demi menjaring konsumen Muslim.
"Jumlahnya memang belum banyak, tapi kami akan terus kembangkan," katanya lagi.
Berita Terkait
-
Dari Sarinah ke Bandara, 81 UMKM Bersiap Naik Kelas Lewat Ekosistem Pariwisata
-
Kenapa Jepang Dilanda Kebangkrutan? 1.000 Perusahaan Tutup dalam Sebulan
-
Jepang Dihantam Gelombang Perusahaan Bangkrut, Paling Banyak Dalam 14 Tahun Terakhir
-
3 Moisturizer Brand Jepang untuk Flek Hitam Sesuai Review dan Klaim
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam
-
Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat
-
Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?
-
Urutan Pemakaian Serum Eksfoliasi AHA BHA dan Moisturizer agar Tidak Iritasi
-
Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta