Siang itu, di tengah kesibukan Kota Jakarta sekumpulan orang asyik melakukan meditasi di Wahid Institute di kawasan Jakarta Pusat. Dipandu instruksi dari seorang intruktur, mereka tengelam dalam keheningan. Alunan musik lembut melatari meditasi itu.
Perlahan sang instruktur menyebutkan beberapa teknik yang diikuti oleh kelompok itu. Seperti tempat perlindungan, orang bijak hingga sungai kehidupan.
Seusai meditasi, mereka diminta untuk menggambarkan 'tempat perlindungan' yang tadi dipikirkan saat meditasi di selembar kertas. Tak lama setelah gambar itu selesai, masing-masing anggota membagi cerita tentang 'tempat perlindungan' masing-masing. Beberapa bahkan menangis menceritakan kisah dan trauma yang mereka alami.
Ada yang patah hati karena selalu ditinggal oleh lelaki, mengalami pelecehan seksual hingga rasa percaya diri yang hilang. Setelah sesi tersebut selesai, mereka pun melanjutkan belajar berbagai teknik yang bermanfaat bagi dirinya dan anggota kelompok lainnya.
Itulah sekilas kegiatan yang dilakukan Komunitas Capacitar Indonesia. Menurut Inayah Wahid, salah seorang pemberi materi teknik Capacitar, Capacitar adalah sebuah jaringan solidaritas internasional yang telah ada di 35 negara di berbagai benua.
Adalah Patricia Cane yang menggagas komunitas ini. Capacitar berfokus pada penyembuhan dan pemberdayaan diri sendiri.
"Jika kita dapat memberdayakan diri kita sendiri, maka kita juga dapat memberdayakan orang lain dan dunia," terang Inayah.
Di Indonesia, Capacitar mulai dikenalkan oleh Gobin Vandhev pada tahun 2002. Gobin sendiri mempelajari teknik meditasi ini langsung dengan Patricia.
Gobin mulai membantu mereka yang mengalami trauma akibat konflik dan kekerasan, juga bencana alam, maupun trauma akibat peristiwa yang dialami sehari-hari. Capasitar juga membantu para individu yang ingin mengatasi tres berkepanjangan dalam kehidupan sehari-harinya.
Capasitar bekerja dengan menggunakan pendekatan pendidikan popular yang aktif. Para anggota yang telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan, nantinya dapat mengajarkan praktik-praktik kesehatan sederhana yang bisa membawa penyembuhan.
"Jadi saat ini kami, sekitar 20 orangan dari daerah di seluruh Indonesia, sedang dalam proses pelatihan khusus untuk bisa membagikan teknik-teknik Capacitar pada orang yang membutuhkan. Jika nantinya lulus, kami bisa menjadi trainer," jelas Sausan Sofyan seorang pemberi materi teknik Capacitar hari itu.
Salah satu persyaratan menjadi trainer adalah dengan membagikan ilmu yang didapat kepada orang lain. Seperti saat pertemuan hari itu berlangsung dan dinyatakan lulus dalam tiga pelatihan yang diikuti.
"Sebagai manusia, ketika mengalami kekerasan atau hal buruk kita cenderung mengobati. Padahal dalam diri kita sendiri, sebenarnya kita sudah punya kemampuan untuk menyembuhkan," ujar Inayah.
Capacitar, terang Inayah, bisa meredakan sistem yang penuh kekerasan, ketidakadilan yang melahirkan banyak kesakitan atau trauma. Patricia mengembangkan berbagai teknik yang sudah dikenal di seluruh dunia, dengna dilandaskan pada keyakinan bahwa seseorang dapat memberikan perubahan pada orang lain.
"Ketika ada sesuatu yang gak beres sebenarnya kita semua sudah memiliki sistemnya di dalam tubuh untuk melakukam sesuatu. Tapi seringkali lingkungan kita, tidak membuat kita sadar akan kemampuan tubuh kita," ujar dia.
Saat ini teknik Capacitar sudah mencapai 100 jenis, di antaranya Tai Chi, teknik pernafasan Pal Dan Gum dan gerakan tubuh, visualisasi dan pernafasan, mendengar aktif dan keterampilan psikoterapeutik sederhana, akupresur untuk mengurangi rasa sakit dan stres, fingerholds atau genggam jari untuk mengelola emosi, teknik mengetuk, pijat tangan dan polaritas dan masih banyak lagi.
Beragam teknik ini selain dapat menenangkan, juga dapat menghilangkan trauma, stres, ketakutan, dan rasa cemas. Teknik ini juga dapat membantu seseorang menerima trauma masa lalunya.
Meski menyimpan sederet manfaat, teknik-teknik Capacitar juga tergolong mudah dan tidak memerlukan banyak peralatan. Saat ini, kelas 'berbagi' Capacitar sudah banyak ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia.
Inayah menekankan, bahwa Capacitar bukanlah sebuah terapi atau pengganti terapi. Capacitar hanya sebuah teknik 'suplemen' yang sangat membantu kondisi seseorang menjadi sangat baik. Dan, kemampuan seseorang untuk menghadapi trauma, kata Inayah, juga berbeda-beda dan bergantung pada banyak faktor.
"Sembuh atau tidak balik lagi ke masing-masing oarng, apakah mereka mau menggunakannya terus menerus atau tidak setelah mereka menerima dari kita. Apakah rajin menggunakannya atau tidak," terangnya.
Berita Terkait
-
Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
-
Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin
-
Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak
-
Tak Sekadar Komunitas Wibu, Wibufest Bantu Penggemar Budaya Jepang Temukan Teman Sehobi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Proyeksi IHSG Usai Rp789 Miliar Dana Asing Kabur, Saham BUMI Disorot
-
Bocoran Mobil Baru GIIAS 2026 Ada Honda Brio Listrik Hingga SUV Legendaris Toyota
-
Eksperimen Berani Igor Tolic Berhasil, Persib ke Semifinal Piala Presiden 2026
-
Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?
-
Surga Tersembunyi di Jalur Pantura Situbondo:Catatan Perjalanan ke Utama Raya Beach
-
Kumpulan Ide Lomba Agustusan Anak TK yang Mudah dan Seru, Bikin Murid-Murid Antusias
-
Masih Enggan Naik Transportasi Umum? Sudah Saatnya Mengubah Cara Pandang
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih