- PT Tusam Hutani Lestari (THL) dikaitkan Jatamnas dengan banjir bandang Aceh Desember 2025 karena konsesi HTI 97 ribu hektare.
- Edhy Prabowo tercatat sebagai Direktur Utama THL sejak perubahan akta tertanggal 28 Agustus 2024.
- Konsesi THL meliputi area pinus dan hutan sekunder, dengan izin yang berlaku hingga tahun 2043.
Suara.com - PT Tusam Hutani Lestari (THL), perusahaan yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara, menjadi sorotan publik menyusul bencana banjir bandang yang melanda hampir sebagian besar wilayah Aceh pada awal Desember 2025.
Perusahaan ini telah mengantongi izin Hutan Tanaman Industri (HTI) sejak diterbitkannya SK No. 556/Kpts-II/1997.
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) melalui akun media sosialnya (@jatamnas) mengunggah peta yang menunjukkan kawasan yang kini terendam banjir besar berada di area yang sebagian hak kelola hutannya dimiliki oleh PT Tusam Hutani Lestari.
Jatamnas menyoroti bahwa banjir parah ini terjadi bersamaan dengan hujan ekstrem di wilayah yang telah lama dipenuhi berbagai konsesi.
Kerusakan pada daerah hulu sungai, akibat bertahun-tahun terkikis oleh puluhan izin tambang, HPH, HTI, dan perkebunan sawit skala masif, menyebabkan daerah tangkapan air melemah.
Akibatnya, limpasan hujan langsung meluru ke permukiman, membawa lumpur dan potongan kayu, memicu banjir bandang yang diklaim sebagai salah satu yang terparah dalam puluhan tahun.
Kabupaten yang kini berstatus siaga darurat karena banjir berat, yang juga disorot dalam peta Jatamnas, meliputi Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues, hingga Aceh Singkil.
Jatamnas menambahkan, di kawasan hulu sungai terdapat lebih dari 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare, ditambah jaringan konsesi kayu dan HTI yang merangsek dekat permukiman. Hal ini paling jelas terlihat di wilayah Linge, Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari mengelola hampir 100 ribu hektare dan kerap dipersoalkan warga karena dianggap mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Perusahaan pemegang konsesi sekitar 97 ribu hektare ini dikaitkan dengan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Lawatan ke Islamabad, 6 Jet Tempur Sambut Kedatangan Prabowo di Langit Pakistan
Isu kepemilikan Prabowo terhadap Tusam Hutani Lestari pernah mencuat pada Debat Pilpres 2019 ketika Joko Widodo secara terbuka menyebut Prabowo menguasai ratusan ribu hektare lahan konsesi di beberapa daerah, termasuk Aceh Tengah.
Kala itu, Prabowo tidak membantah, namun menegaskan bahwa lahan tersebut adalah Hak Guna Usaha (HGU) yang tetap menjadi milik negara.
Berdasarkan Data Ditjen AHU, struktur kepemilikan saham PT Tusam Hutani Lestari dikuasai oleh PT V (Inhutani V) dengan 7.947 lembar saham, yang mencerminkan perusahaan kehutanan lama (BUMN di bawah jaringan Perhutani Group).
Total modal ditempatkan dan disetor tercatat sebesar Rp19,867 miliar, seluruhnya dalam bentuk uang, tanpa ada penyertaan saham pribadi dari individu mana pun.
Tidak ada nama Prabowo Subianto dalam daftar pemegang saham ini.
Jajaran Direksi Terbaru dan Izin Konsesi
Berita Terkait
-
Sinyal Kuat dari Kremlin: Putin Jawab Langsung Undangan Prabowo, Siap Datang ke Indonesia
-
Putin Sampaikan Belasungkawa Terkait Bencana Banjir, Prabowo: Kami Bisa Menghadapi Ini dengan Baik
-
Prabowo Ungkap Alasan Sebenarnya di Balik Kunjungan ke Moskow Bertemu Putin
-
Intip Sinopsis Film Timur yang Gaet Penjual Burger untuk Perankan Prabowo
-
Usai dari Pakistan, Prabowo Lanjut Lawatan ke Moscow, Bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi
-
Profil Anthony Salim: Konglomerat Salim Group, 'Penguasa' Semua Sektor di Indonesia
-
Alternatif Emas Selain Antam yang Terpercaya dan Tempat Membelinya
-
Optimisis, BCA Targetkan Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen di 2026
-
2 Jenis Pangan Ini Harganya Bakal Meroket Jelang Ramadan
-
Harga Bawang Putih Naik, Mendagri Bunyikan Alarm Inflasi
-
Kuota BBM Pertalite Turun di 2026 Hanya 29,27 Juta KL
-
Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik
-
BPH Migas Klaim Hemat Rp4,98 Triliun Karena Subsidi Lebih Tepat Sasaran
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan