Apa yang harus dilakukan pada mereka, yang betah banget duduk seharian di kedai kopi atau kafe, dengan laptopnya seolah sedang menulis novel, tapi tak mau mengeluarkan uang untuk membayar secangkir kopi sekalipun.
Banyak pengelola kafe, yang kehilangan akal untuk mengusir tamu semacam ini. Tapi Ziferblat, jaringan restoran yang secara implisit menyasar konsumen muda dan para hipster di Shoreditch dan sekarang Manchester, punya cara baru.
Sejak beberapa waktu lalu, mereka menetapkan aturan baru. Kopi akan disediakan gratis, tapi pelanggan diwajibkan membayar setiap menit waktu yang dihabiskan di kafe itu. Tarifnya? 5 pence per menit.
Ini adalah cara baru untuk menarik tarif dari fasilitas yang telah populer selama ratusan tahun. Di mana para tamu membayar uang yang sangat sedikit di kafe, bukan semata untuk cangkir kopinya, tapi juga kursi yang diduduinya.
Di masa lalu, para tamu memang membayar mahal untuk minuman eksotis ini. Dan sebagai layanan tambahan pemilik kedai menyediakan surat kabar, radio atau televisi untuk pelanggan datang.
Tapi jaman sudah berubah bukan? Dan, kesuksesan dari sistem yang dikembangkan Ziferblat tergantung pada biaya yang tepat untuk setiap menit tak kenal ampun dari pada menyediakan 'rumah' untuk pelanggannya. (telegraph.co.uk)
Tag
Berita Terkait
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
-
Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga