Menjadi orang tua dari anak yang memasuki usia pubertas, bisa dibilang gampang-gampang susah. akan ada banyak kekhawatiran, ketika anak memasuki usia transisi ini. Khawatir ketika ia terlambat pulang dari sekolah, tegang tentang ujiannya dan bahkan lingkaran teman-temannya.
Sebagai orang tua, kita memang berhak untuk mengawasinya tapi jangan mencoba untuk memata-matainya! Karena mereka tidak akan menyukainya. Karena ketika anak tumbuh dewasa, ia sedang mempersiapkan sebuah dunia baru baginya. Biarkan mereka menuju kematangan dan belajar untuk menghadapi dunianya sendiri. Anda hanya perlu mendampingi dan mengawasi sampai batas tertentu.
Berikut sejumlah alasan untuk tidka memata-mati anak.
1. Mereka kehilangan kepercayaan.
Apa yang lebih buruk dari hal ini? Orang tua adalah tempat terakhir di mana anak-anak ingin menyembunyikan segala sesuatu. Tapi jika Anda selalu memata-matai ponsel, laptop atau pergaulannya, mereka tidak akan pernah mempercayai Anda. Dan ini dapat mengecewakan bagi Anda berdua.
2. Mereka kehilangan rasa hormat.
Memata-matai anak, mungkin membuat hubungan sengit dalam keluarga Anda. Hal utama yang Anda inginkan dari anak-anak Anda adalah rasa hormat. Tapi Anda justru akan kehilangan hal itu, jika Anda mencoba mengganggu privasi mereka.
3. Menentang dengan kekerasan.
Siapa yang bisa tahu anak Anda lebih baik dari Anda? Bagaimana dia? Pemarah atau introver? Jika mereka termasuk dalam kelompok pertama mereka mungkin akan melawan dengan kekerasan jika Anda terus memata-mati dia. Jika tidak, mereka akan menekan kebencian dan menjadi rentan pada semua sikap Anda.
4. Mereka akan melakukan hal yang sama.
Apa yang akan Anda rasakan jika mereka mulai ikut campur dalam segala hal Anda? Dan jika Anda melarang, mereka akan menjawab, "Saya telah belajar dari Anda, ma". Bahwa Anda tidak akan menolerir, tapi sadarilah anak Anda tumbuh dewasa dan mereka butuh privasinya dihormati juga.
5. anak jadi tak percaya diri.
Jika Anda terus memantau keberadaan mereka dan memata-matai akun media sosial, mereka bisa kehilangan rasa percaya diri. Mereka bisa kehilangan keberanian dan takut menghadapi dunia karena Anda telah membuat mereka percaya bahwa hanya ada bahaya luar.
6. Anak menjadi tidak patuh.
Dia bisa jadi akan marah, dan jika Anda tidak mendengarkan mereka, mereka tidak akan peduli lagi dan rentan melakukan hal yang lebih buruk untuk 'melawan' Anda. Jadi cobalah untuk percaya pada putra-putri Anda. Jika itu yang Anda lakukan, maka Anda telah menunjukkan cara yang tepat untuk memimpin hidup mereka. Jadilah teman-teman mereka dan membiarkan mereka berbagi dan berbicara dengan Anda tanpa rasa takut. Anda sendiri akan tahu bagaimana melindungi mereka dan mereka akan mengikuti saran Anda juga.(boldsky.com)
Tag
Berita Terkait
-
Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis
-
Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali