Suara.com - Bagi Anda yang mengikuti trilogi novel Fifty Shades of Grey maka istilah BSDM tentu tak asing lagi bagi Anda. Singkatan dari Bondage, Discipline, Sadism, Masochism.
BSDM merupakan salah satu kelainan seksual yang bisa dibilang paling kasar dan erotis dibandingkan kelainan seksual lainnya. Pasalnya aktivitas bercinta dalam konsep ini melibatkan perlakuan yang kasar seperti mengikat pasangan, mencambuk, menggunakan sex toys, dan lainnya.
Orang-orang Amerika telah mengadopsi konsep ini dalam hubungan seksual mereka sejak lama. Sebanyak 36 persen orang dewasa di Amerika Serikat (AS) menggunakan masker, penutup mata, dan alat-alat perbudakan lainnya saat berhubungan seks.
Meski American Psychological Association's Diagnostic and Statistical Manual (DSM-5) menganggap bahwa konsep ini merupakan kelainan yang bisa menyebabkan depresi hingga stres, konsep seks ini ternyata bisa meningkatkan kesejahteraan pasangan secara keseluruhan.
Menurut dokter Sandra LaMorgese, seorang seksolog, yakin bahwa BSDM bisa membantu seseorang merasa nyaman dan aman terhadap pasangannya.
"Selama sesi BSDM, klien mengaku sering mengalami pelepasan hormon dopamin dan serotonin. Kedua hormon ini terkait dengan perasaan bahagia, ketenangan, percaya diri, kesejahteraan emosional dan motivasi," ujarnya.
Selain manfaat di atas, ini alasan kenapa Anda harus mencoba konsep BSDM ini dalam aktivitas bercinta Anda bersama pasangan.
1. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Pasangan yang mempraktikkan konsep BSDM ini cenderung memiliki kemampuan komunikasi yang baik dibanding pasangan yang tidak menerapkannya. Ini disebabkan saat bercinta, pasangan lebih sadar dan komunikatif tentang keinginan seksual mereka dan menekankan pentingnya diskusi.
"Pasangan yang menerapkan BSDM membutuhkan komunikasi dua arah yang baik, itu sebabnya mereka yang sudah sering menerapkan cara ini akan lebih baik saat berkomunikasi dengan yang lainnya," ujar dokter Jeffrey Sumber, psikoterapis di Chicago lllinois.
2. Meningkatkan keintiman
Petualangan yang disajikan di setiap sesi BSDM ini dapat meningkatkan keintiman antara pasangan. Fakta bahwa konsep ini menekankan pada risiko fisik justru dapat membuat pasangan semakin intim dalam bercinta.
"Jika seseorang akan mengikat pergelangan tangan Anda lalu mencambuk Anda tanpa rasa bersalah tentu seseorang tersebut memiliki tingkat keintiman yang tinggi dengan Anda. Ini juga alasan mengapa Anda harus mencari instruksi yang tepat sebelum saling melukai satu sama lain," ujarnya.
Sebuah studi pada 2009 yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menyebutkan bahwa pasangan yang melakukan BSDM saat bercinta menunjukkan tingkat kepedulian dan kasih sayang yang tinggi di antara keduanya.
3. Mendorong kesetiaan
Melakukan BSDM secara sehat dapat meningkatkan kesetiaan satu sama lain. Hal ini dilatarbelakangi oleh tingkat kepercayaan yang tinggi yang diberikan pasangan untuk melakukan kekerasan yang ditujukan kepadanya.
4. Kesehatan mental yang lebih baik
BSDM berkorelasi dengan penyalahgunaan, pemerkosaan, gangguan mental, dan lain-lain, namun hal ini tidak dapat dibuktikan melalui penjelasan ilmiah. Sebuah penelitian pada 2013 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa orang-orang yang melakukan BSDM dalam bercinta lebih memiliki kesehatan mental yang baik. Menurut penelitian ini, pasangan yang melakukan BSDM lebih terbuka, sadar, peka, terhadap penolakan dan merasakan keamanan dalam hubungan mereka. Tak hanya itu, mereka juga dinilai lebih sejahtera yang disebabkan adanya kontak fisik di antara mereka.
"Ketika seseorang menyentuh kulit kita, melalui pijatan, pelukan, melakukan seks secara fisik, maka dirinya akan mengalami fisiologis dan penyembuhan fisik," kata Jeffrey.
5. Mengurangi stres dan kecemasan
Tingkat stres dilaporkan menurun karena terlibat dalam aktivitas bercinta secara BSDM tersebut. Kenikmatan seksual saat memberi atau menerima rasa sakit benar-benar dapat mengurangi kecemasan. Sebuah studi 2014 yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan Society for Personality and Social Psychology di Austin, Texas, menemukan praktik BSDM ini mengubah aliran darah di otak, yang dapat menyebabkan kondisi kesadaran mirip orang yang baru saja lari atau yoga. Ketenangan dirasakan karena kurangnya aliran darah ke daerah tersebut, sehingga mengurangi kecemasan. (Medical Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Usai Tersandung Kasus Korupsi, BGN Gandeng Kejagung Kawal Tata Kelola MBG
-
Career Break Bukan Penghalang, Mengapa Dunia Kerja Sulit Memahaminya?
-
Jaga Hutan dengan Kearifan Lokal, Pemerintah Genjot Status Hukum Masyarakat Adat Gunung Kong
-
Kasus Robert Alberts Belum Beres, Manajemen Persib Buka Suara Soal Sanksi FIFA
-
Bakal Pindah Kantor, Ini Daftar Lengkap OPD Pemkot Bogor yang Bergeser ke Pusat Baru
-
Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun
-
Saepul Pelaku Mutilasi Depok Ternyata Idap HIV, Bawa Obat Saat Jalani Rekonstruksi
-
Menkum Supratman: Hukuman Mati Koruptor Bukan Lagi Perdebatan, Tapi Eksekusi
-
Catat Tanggalnya! D.O. EXO Bakal Sapa Fans Indonesia Lewat Tur Asia Terbaru
-
Pascabanjir Batang Toru, UI Dorong Pembangunan Kawasan Pegunungan Berbasis Sains