Banyak orang menjadikan kopi sebagai booster untuk memulai harinya. Ya, bagi sebagian besar orang ngopi adalah saat untuk bersukacita, dengan asumsi Anda tidak minum lebih dari lima cangkir kopi sehari. Di bawah angka itu, orang menyebut masih aman untuk kesehatan. Pertanyaan adalah: kopinya jenis apa dan kapan saat yang tepat untuk meminumnya?
Berikut beberapa jenis kopi dan saat yang tepat untuk mengonsumsinya.
1. Espreso
Oleh pencinta kopi espreso adalah kopi paling murni. Cara minum kopi yang paling benar, kecuali jika Anda adalah penggemar minuman dingin. Secangkir espresso yang baik harus panas tapi tidak mendidih, mengkilap dan bahkan sedikit berminyak, kuat tetapi tidak keras, ditutup dengan busa cokelat yang halus. Espresso adalah semacam monad kesenangan, sebuah kesempurnaan gastronomi. Secangkir espreso disarankan untuk diminum di pagi hari.
2. Macchiato
Macchiato oleh para pecinta kopi diartikan sebagai minuman yang elegan. Secangkir macchiato disebut sebagai pencairan kemurnian klasik espresso yang benar. Secangkir macchiato adalah espreso yang 'ditandai' atau 'ternoda' dengan sesendok kecil buih. Ini adalah cara yang baik untuk mencatat campuran terlalu keras (beberapa di antaranya menggunakan 100 persen kopi arabika). Karena sifatnya yang ringan macchiato bisa diminum hampir setiap saat.
3. Cappuccino
Ini adalah salah satu minuman klasik sata sarapan. Banyak orang menamainya dengan biksu Italia yang berpakaian coklat-putih abad pertengahan. Secangkir cappuccino adalah secangkir espresso yang dipadu dengan susu panas dengan volume yang sama. Maka banyak buih dan debu cokelat bertabur di atasnya. Saat ini para barista telah menjadikan buih kecoklatan sebagai media seni, dengan menggunakan stensil dan teknik marbling canggih untuk menciptakan pola yang indah. Pada tahun 1980an, cappuccino diminum sebelum pukul 11:00. Kini cappuccino direkomendasikan diminum pada siang hingga sore hari.
4. Latte
Latte menjadi favorit di Selandia Baru. Para pakar kopi masih berebda pendapat bagaimana istilah latte lahir. Kini, caffe latte telah menjadi minuman 'wajib' di Italia dan kedai kopi di AS. Banyak orang memilih caffe latte, saat santai sembari merenungi pemandangan gunung berapi.
5. Espresso martini
Ini mungkin sebuah cara yang sah untuk mengonsumsi kopi dan martini. Ya vodka ditambah espresso ditambah beberapa minuman keras, kahlua atau serupa. Ditambah mungkin biji kopi mengambang. Mungkin terasa hiperealistik, tapi pilihan tepat untuk mengakhiri hari dengan sempurna. (telegraph.co.uk)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
7 Sepatu Slip On Kembaran Skechers Go Walk, Nyaman Tanpa Tali Harga Rp100 Ribuan
-
5 Rekomendasi Tinted Moisturizer untuk Samarkan Flek Hitam dan Melasma
-
Terpopuler: Bahaya Pencet Jerawat di Segitiga Kematian Wajah, Daftar Kontroversi Bupati Sudewo
-
5 Rekomendasi Skincare Facetology yang Bikin Kulit Cerah dan Halus
-
8 Pilihan Cushion dengan Skincare Infused untuk Makeup Ringan dan Kulit Tetap Terawat
-
25 Soal dan Kunci Jawaban TKA Matematika Kelas 6 SD: Pecahan hingga Operasi Hitung
-
Cushion Vs Foundation, Mana yang Lebih Baik? Ini Rekomendasi untuk Makeup Flawless
-
25 Latihan Soal dan Kunci Jawaban TKA Bahasa Indonesia Kelas 6 SD
-
5 Moisturizer untuk Hempaskan Garis Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
4 Rekomendasi Cushion yang Tahan Keringat, Tak Perlu Khawatir saat Aktivitas Padat