Suara.com - Salah satu pulau paling tak berpenghuni di Eropa, Sazan akan menjadi tujuan wisata 'perawan'. Pulau ini tak berpenghuni sejak perang dunia kedua berakhir, sehingga kondisinya masih asri.
Pulau itu tak terjamah lantaran bekas pangkalan militer Siviet (sekarang rusia). Di sana juga tempat menjadi penyimpanan senjata kimia di zamannya.
Pemerintah Albania belum lama ini menyatakan akan menjadikan pulau yang juga disebut Saseno itu menjadi tujuan tempat wisata. Hanya saja banyak yang meragukan. Sebab pulau yang terletak antara Italia dan Albania itu tidak steril.
Sazan mengundang perhatian karena di sana terdapat alam yang eksotik, pesisir yang bersih. Terebih keunikan sejarahnya sangat di kenal di daratan Eropa, bahkan dunia. Di sana ada bunker tempat perlindungan serangan nuklir.
Bahkan bunker di sana masih dilengkapi berbagai fasilitas perlindungan, termasuk 3.600 tempat tidur dan kursi. Hanya saja di era 90-an barang-barang di sana pernah di jarah.
Pulau itu tergolong berbahaya. Sebab Soviet pernah membangun pabrik kimia untuk mengembangkan senjata biologi. Di tahun 2013 tentara elit Inggris pernah berlatih di sana. Mereka di selama 4 hari di dalam pulau. ada 3.000 tentara yang berlatih.
Namun begitu kembali ke Inggris, 30 tentara di antaranya sakit parah. Sebuah pernyataan menyatakan jika penyakit itu disebabkan oleh sebuah gas.
Namun Angkatan Laut Inggris mengumumkan kemungkinan tentaranya sakit karena tanaman beracun yang disebabkan getah.
"Setidaknya satu Marine terengah-engah ketika atmosfer memicu masalah pernapasan. Kami yakin itu gas mustard," kata seorang tentara The Daily Mail.
Namun cerita itu tidak menghalahi Kementerian Pariwisata Albania untuk mengembangkan pariwisata di sana. Sektor pariwisata menyumbang 4,8 persen dari PDB Albania. Pemerintah ingin untuk angka itu tumbuh. Maka itu Albania mengundang 'dunia barat' untuk datang ke Sazan. (The Daily Mail/Daily Best/Telegraph)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan
-
Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI