Suara.com - Kelainan organ intim lelaki ternyata bisa diketahui sejak si kecil lahir atau malah saat masih di dalam kandungan. Menurut Ahli Urologi RS Siloam ASRI, Dr. dr. Irfan Wahyudi, kelainan pada alat kelamin anak lelaki sangat bervariasi, antara lain ukuran penis kecil (mikropenis), penis tidak muncul (burried penis), lubang kencing tidak normal, dan buah zakar (testis) tidak turun.
"Kalau anaknya baru lahir jangan tanya jenis kelaminnya saja tapi tanya kelengkapan organ kelaminnya juga. Misalnya ukurannya penis bagaimana, turun apa gimana penisnya, saluran kencing normal tidak," kata dokter Irfan pada temu media yang dihelat ASRI Siloam Hospitals Group di Jakarta, pekan lalu.
Lantas apa saja kelainan genital yang biasa ditemukan pada bayi laki-laki? Berikut ulasannya seperti dijelaskan dokter Irfan.
1. Mikropenis
Kelaianan bayi yang umum dijumpai adalah mikropenis atau penis bayi saat lahir berukuran kurang dari 2 sentimeter. Penyebabnya antara lain karena adanya kelainan kerja hormon pada pembentukan alat kelamin laki-laki saat bayi berada dalam kandungan.
Menurut dokter Irfan, bayi yang mengalami masalah mikropenis bisa kembali normal dengan pemberian terapi hormon testosteron. Pemberian terapi ini pun akan efektif jika dilakukan saat anak masuk dalam fase pubertas.
“Terapi akan memberikan hasil terbaik saat anak memasuki masa pubertas yakni pada usia 10-11 tahun. Kalau sudah dewasa sulit berhasil,” imbuh Irfan.
2. Hipospadia.
Pada kondisi ini, ditandai dengan letak lubang kencing bayi yang abnormal yakni tidak berada di ujung kepala penis seperti seharusnya. Sebagian besar anak dengan kelainan ini memiliki batang penis yang melengkung dan terbentuk jaringan ikat yang menarik kulit di sekitarnya.
Menurut Irfan, penyebab dari hipospadia hingga kini belum diketahui secara pasti. Untuk tindakan penyembuhan, bayi bisa menjalani tindakan rekonstruksi.
"Hipospadia tidak menimbulkan rasa sakit namun dapat menyebabkan gangguan pada fungsi reproduksi ketika dewasa karena penis yang bengkok mempersulit pria untuk penetrasi," katanya.
3. Undescended testis (Testis tidak turun)
Bayi yang mengalami kelainan ini posisi testisnya tidak turun ke posisi yang seharusnya. Kasus ini lebih sering ditemukan pada bayi prematur karena proses pembentukan testis dinilai belum sempurna.
"Apabila tidak segera dilakukan terapi penurunan testis, kasus ini bisa memicu timbulnya tumor hingga kanker," kata Irfan.
4. Inconspicuous penis
Pada kondisi ini, penis bayi tidak muncul sehingga terlihat kecil. Faktor penyebabnya antara lain kelainan pada jaringan ikat dan lapisan lemak di bagian bawah perut akibat obesitas. Terapi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini yakni dengan menjalani tindakan operasi.
5. Kriptorkismus
Kelainan ini sering dijumpai pada anak laki-laki dimana terhentinya proses penurunan satu atau kedua testis di suatu tempat antara rongga perut dengan kantung zakar.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu timbulnya komplikasi seperti keganasan hingga menyebabkan gangguan kesuburan. Tatalaksana pasien dilakukan dengan operasi. Operasi ditujukan untuk memperbaiki fungsi testis.
"Operasi sebaiknya dilakukan pada usia 1 tahun karena pada saat ini belum ada pengaruh psikologis dibandingkan pada usia sekolah," pungkas Irfan.
Tag
Berita Terkait
-
Kulit Penis Kering? Kenali 5 Penyebab dan Solusinya
-
Penis Pria Paruh Baya Bengkok dan Memar Usai Berhubungan Seks, Ini Penjelasan Dokter
-
Foto Penis Pasien yang Koma, Dokter di Australia Didenda Hingga Ratusan Juta
-
Sadis! Pria Dibantai Tetangga, Alat Kelamin Dimutilasi di Dekat Stasiun Palam
-
Operasi Memperbesar Penis Tanpa Lisensi Selama 20 Tahun, Dokter Gadungan Ditangkap
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
-
Toner Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Varian yang Banyak Diulas Bagus
-
Minum Susu Saat 1 Muharram Sunnah atau Bid'ah? Ini Penjelasan Buya Yahya
-
Baca Surat Yasin hingga Bermuhasabah, Ini 7 Amalan 1 Muharram yang Paling Dianjurkan
-
Doa Awal Tahun Muharram yang Dibaca Selepas Magrib di Malam Tahun Baru Hijriah
-
5 Tempat Wisata Legend di Jakarta yang Selalu Ramai Pengunjung
-
Minum Susu Putih Malam 1 Suro Baca Doa Apa? Ini Hukum Meminumnya saat 1 Muharram
-
Self-Love Bisa Dimulai dari Mandi, Harashta Haifa Pilih Aroma Sabun yang Bikin Mood Naik
-
Abel Cantika Pilih Busana Anak Bertema Karakter, Ini Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Si Kecil
-
4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian