- Tradisi minum susu putih saat 1 Muharram tidak memiliki dalil khusus sebagai sunnah yang dianjurkan dalam agama Islam.
- Tradisi ini dipandang sebagai simbol tafaul atau harapan agar kehidupan di tahun baru menjadi lebih bersih dan berkah.
- Masyarakat dilarang meyakini tradisi tersebut sebagai ajaran Nabi agar tidak terjebak dalam bid'ah maupun sikap terlalu kaku.
Suara.com - Tradisi minum susu 1 Muharram kembali menjadi perbincangan menjelang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Di sejumlah daerah, kebiasaan ini dilakukan sebagai harapan agar kehidupan di tahun yang baru hingga berharap akan adanya berkah.
Namun, tidak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya mengenai hukumnya dalam Islam. Apakah minum susu putih saat 1 Muharram termasuk sunnah yang dianjurkan atau justru tergolong bid'ah?
Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami persoalan ini secara proporsional agar tidak terjebak pada dua pandangan yang sama-sama berlebihan.
Buya Yahya menjelaskan bahwa dirinya melihat adanya dua kelompok yang memiliki sikap berbeda terhadap tradisi minum susu putih saat Tahun Baru Islam.
"Kalau kita lihat di lapangan ada dua kutub. Satu kutub ekstrem, membid'ahkan. Yang satu lagi sepertinya berlebihan," kata Buya Yahya.
Ia menegaskan bahwa Islam tidak memiliki dalil atau keterangan khusus yang secara eksplisit menganjurkan umat Muslim untuk minum susu putih ketika memasuki 1 Muharram.
"Tidak ada keterangan tentang anjuran dari agama yang jelas dengan teksnya untuk kita menyajikan susu putih atau pakai baju putih," ujarnya.
Baca Juga: Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya dan Gus Baha, dari Puasa hingga Salat Tasbih
Karena itu, tradisi tersebut tidak bisa disebut sebagai amalan sunnah yang memiliki dasar khusus dari Rasulullah SAW.
Meski tidak memiliki landasan syariat secara spesifik, Buya Yahya menjelaskan bahwa sebagian ulama memandang tradisi minum susu putih sebagai bentuk tafa'ul atau mengambil pertanda baik.
Dalam tradisi tersebut, warna putih dimaknai sebagai lambang kesucian, kebersihan, dan kejernihan. Harapannya, seseorang dapat menjalani tahun yang baru dengan hati yang lebih bersih dan kehidupan yang lebih baik.
"Karena tahun baru, maka ayo kita menggunakan yang putih agar bersih dan sebagainya. Ini adalah ijtihad atau para ulama untuk berhusnuzan di masa yang akan datang. Semoga Allah menjadikan hidupnya hidup yang putih, hidup yang bersih, hidup yang cernih," jelasnya.
Dengan demikian, tradisi minum susu putih lebih tepat dipahami sebagai simbol doa dan harapan, bukan sebagai ibadah khusus yang diperintahkan agama.
Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga mengingatkan bahwa persoalan bisa berubah ketika seseorang meyakini tradisi tersebut sebagai sunnah Nabi Muhammad SAW tanpa dasar yang sahih.
Berita Terkait
-
Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya dan Gus Baha, dari Puasa hingga Salat Tasbih
-
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Menikah Siri Tanpa Saksi, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
9 Hal yang Membatalkan Puasa Menurut Buya Yahya, Lengkap dan Jelas!
-
Apa Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa Ramadan Penuh? Ini Kata Ulama
-
Buya Yahya soal Hukum Pakai Lip Balm saat Puasa: Boleh, Asalkan ...
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?