Suara.com - Kekayaan budaya Indonesia selalu menjadi inspirasi bagi para desainer. Tak hanya busana, namun juga perhiasan cantik lahir dari inspirasi kekayaan budaya Nusantara.
Ini juga yang coba dihadirkan oleh Pistos, salah satu merek perhiasan karya anak bangsa, yang baru saja meluncurkan koleksi terbarunya bertema Archipelago. Menurut Sandy Thema, yang mendesain perhiasan keluaran Pistos, koleksi ini terinpirasi dari tanh Sumba dan Dayak yang eksotis.
"Penempatan budaya Indonesia dalam koleksi Pistos kali ini, untuk dijadikan pembelajaran. Saya membuat pola filigris dan saya kembangkan berdasarkan beberapa suku di Indonesia, seperti Sumba, Dayak hingga Maluku," katanya saat ditemui usai peluncuran koleksi perhiasan terbaru Pistos, di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2015).
Sandy menambahkan, ada sekitar 42 koleksi tradisional kontemporer yang dikerjakan secara manual oleh para pengrajin Indonesia, selama sekitar tiga tahun. Koleksi-koleksi ini ditujukan untuk para perempuan yang ingin menunjukkan gaya personalnya yang unik.
Perhiasan terbaru ini menampilkan beragam koleksi, mulai dari batu semi-precious seperti turqouise, coral, amethyst, topaz, malachite, howlite, hingga agatez (Akik).
Penggunaan beragam batu semi-precious ini berhasil menghadirkan kesan yang dramatis dan tetap selaras dengan tren fesyen saat ini. Perhiasan ini juga terinspirasi dari manik antik tradisional yang dibuat dengan tangan oleh beragam suku di Indonesia.
Dalam koleski ini, Pistos juga memasukkan manik antik yang diproduksi pada awal abad 19. Tak ketinggalan mutiara salah hasil kekayaan laut Indonesia pun turut digunakan.
Batu-batu itu tampil mewah dalam jalinan material perak berlapis emas dengan pola-pola rumit dari batik, tenun Iban, Ikat songket.
"Warna emas itu artinya mewah dan kaya, yang melambangkan kekayaan budaya dan alam Indonesia. Makanya saya banyak bermain pada warna itu" tambah Sandy.
Perhiasan ini dipadu dengan koleksi busana siap pakai karya Jeffry Tan 2015 yang bertajuk
"Transparent Days".
Busana-busana ini terinspirasi dari gerak dinamis, gaya hidup perempuan modern yang individual dengan pemikiran yang global dan praktis. Berbagai elemen kontras seperti sharp cut dan garis dekonstruktif terjalin menjadi satu napas spiritual yang tenang.
Keseluruhan koleksinya merupakan paduan dari atasan tailored, celana serta loose drape dress dengan menggunakan beragam material seperti sutera, katun dan wol dalam sapuan warna merah dan hitam.
"Kenapa bekerjasama dengan Jeffry Tan, karena busana-busananya edgy dan simpel, cocok dengan karakter perhiasan saya," tutup Sandy.
Berita Terkait
-
3 Cara Memakai Emas Menurut Feng Shui yang Dipercaya Ampuh Menarik Rezeki
-
Bagaimana Cara Memilih Perhiasan Sesuai Zodiak Taurus?
-
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
-
Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan