Suara.com - Usia 30 tahun merupakan fase dimana seseorang dianggap telah matang dan dewasa. Oleh karena itu, baik lelaki maupun perempuan yang memasuki usia ini harus menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang mungkin kerap dilakukan saat usia 20-an.
Khusus bagi lelaki, ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang bisa menurunkan kadar testosteronnya. Akibatnya, metabolisme tubuh pun menurun dan libido menjadi rendah.
Ini pula sebabnya banyak lelaki di usia 30 tahunan yang memiliki perut buncit. Jika Anda tak merubah kebiasaan-kebiasaan buruk ini, maka bisa jadi riisiko kesehatan serius akan mengintai tubuh Anda seumur hidup.
Yuk ketahui kebiasaan apa yang harus dihindari lelaki ketika menginjak usia 30 tahun, seperti dilansir laman Boldsky.
1. Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang hampir dilakukan semua lelaki ketika menginjak usia 20 tahunan. Nah, ketika berusia 30 tahun sudah saatnya Anda menghentikan kebiasaan tak sehat ini. Merokok juga merupakan penyebab mengapa libido Anda menurun.
2. Jajan Sembarangan
Mengonsumsi makanan apapun dan dimanapun sebenarnya sah-sah saja dilakukan. Tapi ketika menginjak usia 30 tahun, kebiasaaan ini harus Anda kurangi bahkan hentikan untuk menghindari infeksi tenggorokan, masalah pencernaan.
Sebaiknya pilih tempat makan yang menyajikan makanan hiegenis dan sehat dan hindari jajan sembarangan di pinggir jalan.
3. Minuman Beralkohol
Mengonsumsi alkohol memang kerap menjadi pilihan lelaki muda untuk mendapatkan kesenangan bahkan sebagai penghilang stres. Tapi usia 30 tahun bukan lagi saat yang tepat untuk melakukan kebiasaan ini. Mengonsumsi alkohol bisa membahayakan kesehatan fisik dan mental Anda.
4. Bermain video game
Saat muda, bermain video game memang bisa melatih kemampuan kognitif Anda. Tapi jika kebiasaan ini tetap dilakukan selama berjam-jam saat Anda menginjakkan usia 30 tahun, yang ada kesehatan tulang, mata dan sendi-sendi Anda bisa terganggu.
5. Tidur larut malam
Usia 30 tahun merupakan saat yang tepat untuk tidur dan makan tepat waktu. Jika tidur terlalu larut dan makan tak tepat waktu maka risiko kesehatan serius akan mengintai Anda.
6. Menonton televisi terlalu lama
Bila Anda kerap memiliki kebiasaan menonton hingga berjam-jam lamanya, ini bisa berbahaya bagi kesehatan mental Anda. Sebaiknya minimalkan waktu untuk menatap layar televisi hingga berjam-jam lamanya. Sebagai gantinya lakukan aktivitas fisik yang bisa membuat Anda lebih rileks. (Boldsky)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan