Suara.com - Ribuan warga berasal dari Kabupaten Batang, Kota/Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2015) memadati tradisi Syawalan yang digelar di Kelurahan Krapyak Kidul dan Krapyak Lor, Pekalongan.
Tradisi Syawalan ini dimeriahkan dengan pembuatan dua lopis berukuran raksasa. Warga terlihat antusias menunggu pemotongan makanan yang terbuat dari beras ketan dan kelapa itu meski harus melawan panas terik matahari.
Warga juga tampak rela berdesak-desakan untuk mendekati lokasi pemotongan lopis berukuran besar tersebut agar bisa mendapatkan makanan itu. Sambil menunggu pemotongan lopis berukuran raksasa itu, pengunjung disuguhi minuman dan rujak gratis oleh masyarakat setempat.
Koordinator lapangan pembuatan Lopis Ageng Krapyak Kidul Achmad Zaki mengatakan bahwa lopis ageng Krapyak Kidul memiliki berat sebesar 1.320 kilogram dan tinggi 203 sentimeter dengan diameter 87 cm. Ukuran lopis ageng itu, kata dia, sedikit menyusut karena pengaruh dari bahan beras ketan sebab saat ditanak beratnya tidak mengembang.
"Ukuran lopis terlihat kecil dibanding tahun lalu. Akan tetapi, dari sisi ukuran berat lopis melebihi tahun sebelumnya," katanya.
Zaki mengatakan bahwa tradisi Syawalan ini sebelumnya akan digelar kirab oleh Komunitas Jlamprang Kultur Festival.
Ketua Panitia Lopis Ageng Krapyak Lor Pamungkas Lawi menambahkan bahwa lopis ageng di Krapyak Lor memiliki berat sekitar 1,7 ton dan tinggi 190 cm dengan diameter 75 cm. (Antara)
Berita Terkait
-
Asal-usul Tradisi Lebaran Ketupat: Punya Makna Mendalam, Tak Cuma soal Sajian Kuliner
-
Sejarah dan Makna Ketupat: Tradisi Lebaran yang Kaya Filosofi
-
Lebaran di Pangandaran, 5 Tradisi Unik yang Bikin Kangen Kampung Halaman
-
Dari Grebeg Syawal Hingga Bodo-Bodo: Intip Tradisi Lebaran Khas Wonogiri
-
Selain Ketupat, Ini 4 Tradisi Lebaran yang Masih Hidup di Banyuwangi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa