Suara.com - Kuthiny Baty, demikian tujuan wisata di Rusia ini dinamai. Lembah Batu Apung itu arti harafiah dari nama tempat yang telah ditetapkan menjadi warosan dunia oleh UNESCO.
Terletak di ujung selatan semenanjung Kamchatka, Rusia, Kuthiny Baty sebentuk sebagai kaldera besar bernama Kuril Lake. Konon kalder aini terbentuk sekitar 8.000 tahun yang lalu, karena sebuah ledakan vulkanik besar yang mengguncang seluruh semenanjung.
Begitu banyak material yang dikeluarkan selama ledakan yang dihasilkan, seperti aliran piroklastik tebal di sekitar pedesaan, dan hujan abu dengan ketebalan lima sentimeter, bahkan hingga ribuan kilometer jaraknya dari sumber ledakan.
Dengan volume material piroklastik yang tertiup ke atmosfer, para ilmuwan memperkirakan bahwa letusan ini, tujuh atau delapan kali lebih keras daripada letusan Krakatau pada tahun 1883 di Indonesia. Dan, kemungkinan besar letusan ini mengakibatkan dampak iklim yang serius bagi bumi.
Gunung berapi ini disebut memuntahkan sekitar 140-170 kilometer kubik material, dan lavanya mengalir hingga laut Pasifik dan Laut Okhotsk, serta sepanjang garis pantai di semenanjung tersebut. Di Sungai Ozernaya, sekitar tiga kilometer sebelah barat dari Kuril Lake, ketebalan material piroklastik juga mengalir hingga sekitar 100 meter.
Erosi berikutnya berakibat pada terbuatnya ukiran sebuah lembah batu apung yang tinggi dan spektakuler. 'Obelisk' ini dikatakan menyerupai perahu raksasa terhormat. Daerah ini dikenal sebagai Kuthiny Baty, yang berarti "perahu berdiri" dalam bahasa Rusia.
Menurut legenda setempat, 'perahu' dipercaya sebagai milik Allah dan pencipta Kamchatka yang digunakan ketika mereka pergi untuk memancing di danau. Jika Anda merasa sebagai petualang sejati, harusnya tempat ini masuk dalam daftar tempat yang akan Anda kunjungi satu saat nanti. (amusingplanet.com)
Tag
Berita Terkait
-
Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul
-
Jelajah Bosphorus Istanbul, Menyusuri Denyut Kota Dua Benua
-
Bebek Street Tampilkan Sisi Modern Istanbul di Tepi Laut
-
Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini
-
Karakoy Street Turki, dari Pelabuhan Lama ke Pusat Kreatif Kota
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Menjaga yang Tersisa: Peran Rahayu Oktaviani dan KIARA dalam Konservasi Owa Jawa
-
Baia Nonna Kantongi Sertifikasi Halal, Sajikan Menu Peranakan Autentik dan Kaya Rempah
-
BPOM Siapkan Label Nutri-Level, Berapa Batas Aman Konsumsi Gula Harian?
-
Siapa Promotor Hammersonic Festival 2026? Refund Tiket 100 Persen usai Jadi Konser Privat
-
Benarkah BLT Kesra Cair Lagi Bulan April 2026? Cek Info Terbarunya
-
Saat Udara Rumah Tak Lagi Aman, Inovasi Pemurni Jadi Investasi Kesehatan Jangka Panjang
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Rincian Tarif Listrik Terbaru
-
Sabun Cuci Muka Bagus pH Berapa? Ini 5 Rekomendasi agar Kulit Aman
-
6 Sepeda dengan Boncengan Belakang Bawaan, Kuat Buat Anak dan Orang Dewasa
-
5 Parfum Lokal yang Wanginya Tercium dari Jarak Jauh, Aroma Elegan dan Tahan Lama