Suara.com - Pengadilan Italia baru saja menghukum ahli bedah plastik yang diharuskan membayar hampir € 29.000 (sekitar 32.000 dolar atau sekitar Rp400 juta lebih) sebagai kompensasi moral dan material bagi seorang pasiennya.
Selama persidangan, ditemukan bahwa ahli bedah plastik tersebut tidak melakukan prosedur pembesaran bokong secara benar.
Hakim Mark Chetcuti mencapai putusan ini dalam kasus yang didasari oleh klaim seorang warga Italia Venerie Falzon terhadap dokter bedah plastik Marcello Stella.
Falzon mengatakan kepada pengadilan bahwa dia telah meminta dokter setempat untuk berkonsultasi dan meminta saran tentang operasi pembesaran pantat. Dokter tersebut merujuk dirinya pada dr. Stella, yang berjanji akan membuatkan "bokong Brasil" untuk dirinya.
Perempuan itu lantas tergiur dan bergegas pergi ke kasir, lantas membayar seluruh biaya prosedur. Kemudian, dr. Stella pun melakukan operasi, tapi Falzon ternyata tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, karena bokongnya tampak tidak rata. Perempuan itu bahkan malu mengenakan baju renang.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, dr. Stella harus melakukan operasi lain, yang dikenal sebagai koreksi jaringan adiposa. Menurut penggugat, ia mengalami infeksi setelah prosedur, sehingga dr. Stella juga harus melakukan operasi lain dalam waktu 10 hari secara gratis.
Namun, hal itu juga tidak membawa hasil yang ia inginkan. Akhirnya Falzon pun pergi ke Inggris untuk menyelesaikan pengobatannya, yang tentunya dengan biaya cukup banyak.
Dalam putusan hakim Chetcuti, dr. Stella disebut telah menipu dan berusaha meyakinkan pasiennya dengan keberhasilan operasi dan dia juga berjanji akan membuat "pantat Brasil".
Namun, ahli medis yang ditunjuk oleh pengadilan menemukan bahwa dokter itu tidak memenuhi syarat untuk prosedur ini. Menurut putusan pengadilan, penggugat akan dibayar € 28.727. (Genius Beauty)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Beda Lipstik Hanasui Biasa dan Boba: Cek Perbandingan Shade, Aroma, dan Harganya
-
Jennifer Coppen Jadi Sorotan, Apa Pahala Mengajak Orang Masuk Islam?
-
7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
-
Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
-
5 Moisturizer PDRN Rekomendasi Dokter untuk Bantu Samarkan Keriput dan Kerutan
-
Puasa Asyura Berapa Hari? Ini Jadwal serta Bacaan Niatnya dalam Arab dan Latin
-
Rambut Rontok Pakai Hair Tonic atau Hair Serum? Pahami Beda Fungsi Keduanya
-
Bantu Atasi Rambut Rontok, Intip 3 Produk Hair Care Andalan Abel Cantika
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang