Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 13:38 WIB
Komunitas HOPE. (Dok. House of Perempuan)

Saat suara.com temui, perempuan tangguh yakni Citra Natasya, Destriana Chantika Dewi, Kartika Sary, Nadia Anindita, dan Sheila Tohiritu sedang sibuk menyiapkan acara "The Power of True Beauty" yang akan digelar akhir Agustus mendatang.  

Bakal ada sejumlah acara yang meramaikan kegiatan yang ditujukan untuk kaum Hawa ini, seperti workshop, pameran kecantikan, acara bincang-bincang. Pokoknya one stop solution bagi perempuan agar bisa mengembangkan potensi mereka.

Ya orang mengatakan, di tangan seorang perempuanlah akan lahir generasi penerus yang lebih baik. Namun sayangnya, perempuan terutama perempuan Indonesia, kerap mengalami ketidakadilan dalam hidupnya, mulai dari marginalisasi, subordinasi, kekerasan hingga stereotipe Yang semua ini dapat berdampak buruk bagi kehidupan perempuan, termasuk saat menjalankan perannya sebagai ibu di tengah keluarga.

Berangkat dari rasa prihatin atas kondisi ini, enam orang yang terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki ini terdorong menciptakan sebuah harapan baru untuk perempuan Indonesia, dengan membentuk House of Perempuan atau yang biasa disingkat HOPE.



Komunitas yang didirikan pada tahun 2013 ini, kata Citra Natasya, diharapkan dapat menjadi 'rumah' bagi perempuan Indonesia untuk berkembang. Di sini, mereka dapat lebih mengenal potensinya, semakin sadar akan kesehatan serta pola hidup sehat, mereka juga bisa lebih paham akan hak dan kewajibannya serta mendapatkan akses yang sama dalam pendidikan.

"Kita mau menyentuh perempuan sesuai dengan yang diperlukan. Kami ingin memberikan wadah bagi perempuan, agar mereka dapat merasa lebih dihargai, dihormati dan lebih diapresiasi," ujar Citra dalam perbincangan dengan suara.com beberapa waktu lalu.

Untuk membuat perempuan Indonesia makin berdaya saing dan semakin produktif, berbagai kegiatan telah disiapkan oleh HOPE yang didirikan oleh lima perempuan dan satu laki-laki ini. Selain sering berkumpul untuk berbagi ilmu, HOPE tak jarang juga menggelar workshop, training, hingga acara bincang-bincang yang terbuka untuk umum.

"Yang rutinnya itu kita lakukan gathering dua bulan sekali, biasanya dibuat dengan talkshow yang membahas berbagai isu perempuan. Ada juga event besar yang kita gelar setahun sekali," papar Citra.

Acara bincang terbuka, biasa digelar dalam komunikasi dua arah sehingga lebih menyenangkan dan mengedukasi kaum hawa. Dalam acara dua bulanan ini, HOPE biasanya mengundang sosok perempuan inspiratif, macam Fira Basuki, penulis yang juga pemimpin redaksi majalah Cosmopolitan.

Suara.com - Dalam melakukan kegiatannya, HOPE juga sering menggandeng perusahaan besar untuk kegiatan community social responsibillity (CSR) mereka.

Load More