- Cypri Dale, seorang antropolog dan aktivis, berkolaborasi dengan Dandhy Laksono menyutradarai dokumenter investigatif berjudul Pesta Babi.
- Film tersebut menyoroti dampak negatif proyek pembangunan skala besar terhadap kehidupan masyarakat adat di Papua Selatan.
- Dokumenter ini viral pada Mei 2026 setelah mengalami pembubaran paksa saat agenda nonton bareng di berbagai daerah.
Suara.com - Nama Cypri Dale mulai ramai diperbincangkan setelah film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita viral di media sosial.
Selama ini, publik lebih akrab dengan nama Dandhy Dwi Laksono sebagai sosok di balik berbagai film investigatif bertema sosial-politik.
Namun, dalam dokumenter Pesta Babi, ada peran penting Cypri Dale yang turut membangun narasi kuat mengenai masyarakat adat Papua, konflik agraria, dan eksploitasi hutan di Papua Selatan.
Cypri Dale bukan sekadar pembuat film dokumenter. Ia dikenal sebagai antropolog sosial, peneliti, sekaligus aktivis yang selama bertahun-tahun menaruh perhatian pada isu pembangunan, hak masyarakat adat, dan perubahan sosial di Indonesia Timur, khususnya Papua.
Latar Belakang Akademik Cypri Dale
Cypri Dale memiliki nama lengkap Cypri Jehan Paju Dale. Ia dikenal luas di dunia akademik internasional karena fokus penelitiannya pada politik pembangunan dan perjuangan masyarakat adat di Papua.
Ia meraih gelar doktor atau PhD di bidang Antropologi Sosial dari University of Bern, Swiss, pada 2018. Disertasinya membahas perjuangan antikolonial dan transformasi sosial masyarakat Papua Barat.
Selain itu, Cypri Dale juga pernah menjadi peneliti dan fellow di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Kyoto University, Jepang, serta University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat.
Dalam berbagai penelitian akademiknya, ia banyak mengkaji politik pembangunan, antropologi agama Kristen,
korupsi sistemik, hubungan masyarakat adat dengan lingkungan, hingga relasi manusia dan makhluk hidup lain di wilayah Indonesia Timur seperti Papua dan Flores.
Baca Juga: Mengenal Tradisi Pesta Babi, Dirawat Bak Anak Sendiri Tapi Terancam Mati Karena Eksploitasi
Karena latar belakang itulah, pendekatan Cypri Dale terhadap isu Papua dinilai tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga dekat dengan realitas sosial masyarakat adat di lapangan.
Peran Cypri Dale dalam Film Pesta Babi
Cypri Dale menjadi salah satu sutradara film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita bersama Dandhy Laksono.
Dokumenter investigatif tersebut menyoroti dampak proyek food estate dan industri skala besar terhadap masyarakat adat di Papua Selatan.
Film berdurasi sekitar 96 menit itu merekam pembukaan hutan alam dalam skala besar di wilayah Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
Lewat dokumenter tersebut, Cypri Dale dan Dandhy Laksono mencoba memperlihatkan bagaimana proyek pangan dan energi nasional memengaruhi kehidupan masyarakat adat suku Awyu, Marind, hingga Muyu.
Berita Terkait
-
Mengenal Tradisi Pesta Babi, Dirawat Bak Anak Sendiri Tapi Terancam Mati Karena Eksploitasi
-
Film Pesta Babi Tayang Kapan? Jadwal Nobar Disebar Mendadak
-
Link Nonton Film Pesta Babi Gratis, Tinggal Isi Google Form Ini
-
Film Pesta Babi Tayang di Mana? Begini Cara Nonton Resminya
-
Terpopuler: Prosedur Nonton Film Pesta Babi, 11 Cara Beli Tiket Konser The Weeknd via MyBCA
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare
-
4 Air Cooler Sharp Termurah di Shopee, Daya Listrik Mulai 50 Watt
-
Wewangian Terinspirasi Musim Panas dari Timur Tengah, Sentuhan Segar yang Cocok untuk Iklim Tropis
-
Apa Itu Makeup Patchy? Ini 7 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Mulus
-
Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
-
Perempuan Desa Tak Lagi di Balik Layar, Kini Bisa Jadi Penggerak Ekonomi
-
4 Cushion Budget Friendly di Bawah Rp60 Ribu, Lebih Murah dari Viva Velvet Cushion
-
5 Sepatu Nike Vomero Plus yang Nyaman untuk Lari Jarak Jauh Andalan dr Tirta
-
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis