Tammy Ruggles, kini berumur 54 tahun terlahir dengan retinitis pigmentosa, suatu kondisi degeneratif yang mengakibatkan ia kehilangan penglihatan di usia 40 tahun.
Karena kondisi ini ia harus rela kehilangan karirnya sebagai seorang pekerja sosial. Namun berkat fotografi digital, Tammy menemukan karier baru yakni sebagai fotografer. Kemajuan teknologi memungknkan Tammy mengunggah dan melihat hal-hal yang tidak bisa dinyatakan oleh set kedua matanya.
Fotografi digital juga memungkinkan semua orang dapat mengambil gambar yang indah tanpa perlu ruangan yang gelap atau pencahayaan strategis - bahkan buta.
"Itu profesi yang saya pilih saat ini, dan saya tidak menyerah," Ujar Tammy yang kini tinggal di Kentucky.
Sejak muda Tammy memang menggemari fotografi, tapi ia menyerah karena kondisinya. Saat maish kanak-kanak ia mengaku sering mengabadikan hewan peliharaan dan anggota keluarga dengan menggunakan kamera Kodak dan Polaroid.
Tapi mimpi itu 'terbang' karena penglihatannya yang makn memburuk. Ia tidak dapat menggunakan kamera yang harus dioperasikan secara manual. Dan kebutaan malam dia, tak memungkinkan dia bisa bekerja di ruangan gelap.
"Jadi saat remaja dengan menyesal saya memutuskan meletakkan hobi fotografi saya dalam kotak," katanya.
Namun, kesukaan itu menetap di pikirannya. Kemudian, pada tahun 2013 bersamaan dengan munculnya kamera digital yang user-friendly, memungkinkan dia kembali ke semangat masa kecilnya. Meskipun buta, Tammy mampu melihat bentuk kabur. Menurutnya ini menjelaskan bahwa penglihatan adalah 'seperti lensa kamera yang ternyata begitu jauh dari fokus'
"Saya masih memiliki penglihatan. Secara hukum buta" tidak berarti benar-benar buta," katanya sambil menambahkan pengalaman setiap orang berbeda.
Tapi baginya, meski segala sesuatu yang dilihat sangat kabur itu bekerja seperti lensa kamera yang dapat membedakan seseorang dengan pohon mislanya.
"Saya melihat bentuk kabur dari benda-benda yang ada di sekitar saya, tapi saya lebih baik menentukan benda apa itu," ujarnya.
Dan dengan itu dalam pikiran, Tammy sempat dipenuhi keraguan diri atas kemampuan dia untuk mengambil tantangan, untuk benar-benar bisa sukses menjadi 'fotografer buta. Namun ternyata ia bisa.
"Saya belajar, lebih sulit untuk menahan kreativitas, dan bahwa ada lebih dari satu cara untuk mengekspresikan diri secara artistik." ujarnya. (dailymail.co.uk)
Berita Terkait
-
Dari Titik Terendah hingga Dipercaya Kelola Uang Rp 3 Miliar, Inspirasi dari Jafar Tri Maulana
-
Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?
-
Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta