Pembentukan organ tubuh manusia sudah terjadi saat 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu penting bagi orangtua merencanakan kehamilan dengan sebaik-baiknya sehingga kelak lahir generasi penerus yang berkualitas. Sayangnya tak semua orang paham pentingnya kehamilan yang direncanakan.
Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono, M. Kes, mengatakan masih banyak pasangan suami istri yang memutuskan memiliki anak namun tanpa perencanaan yang matang. Akibatnya anak mudah terpapar berbagai penyakit yang mengganggu tumbuh kembangnya.
"Saya sering mengatakan pada forum yang enggak terlalu formal, jangan hamil kalau tidak ada kepentingannya'. Benar ini saya jadikan tagline," kata Anung pada seminar bertajuk "Lindungi Buah Hati Kita dari Bahaya Pencemaran Lingkungan", di Jakarta, Senin (24/8/2015).
Lebih lanjut Anung menjelaskan pesan ini sengaja ia gaungkan agar orangtua benar-benar mempersiapkan anaknya sejak 1000 hari pertama kehidupan.
"Jadi pada saat akan merencanakan memiliki anak, pasangan harus sudah berpikir untuk 25 tahun ke depan," imbuhnya.
Ia menambahkan pemenuhan nutrisi saat kehamilan merupakan faktor penting yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tak hanya itu, perkembangan anak juga bisa terganggu tanpa ada stimulasi yang baik dari orang tua.
"Ibu-ibu itu kan baru tahu tes kehamilan positif pada minggu ke tiga ke empat. Calon organ-organ sudah terbentuk. Kalau tak cepat bertanggung jawab merawat kehamilan dengan sungguh-sungguh, maka kita tak akan menghasilkan keturunan yang maksimal," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Arti Mimpi Hamil Padahal Belum Nikah Menurut Islam, Pertanda Baik atau Buruk?
-
Viva Gold Whitening Serum Aman untuk Bumil? Ini Petunjuk Resmi dan Manfaatnya
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar