News / Nasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melepas Kapal RS Laksamana Malahayati ke Flores, NTT, pada Kamis (20/8/2026).
  • Pengiriman kapal rumah sakit tersebut dilakukan untuk merespons bencana gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 SR.
  • Bantuan medis dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak balita.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menekankan pentingnya prioritas bagi kelompok rentan, khususnya ibu dan anak, dalam setiap aksi kemanusiaan penanganan bencana. 

Hal tersebut ia sampaikan usai melepas keberangkatan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ke Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pelabuhan PT Lingga Perdana, Cilegon, Banten, Kamis (20/8/2026) malam.

Pengiriman kapal ini merupakan langkah partai dalam merespons bencana gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasto menjelaskan, bahwa bantuan medis yang diangkut oleh kapal tersebut telah dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan yang selama ini sering kali luput dari perhatian dalam situasi darurat.

"Ada beberapa bahan-bahan obat-obatan, dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak balita. Karena di dalam mitigasi bencana, daftar yang dibuat oleh Ibu Megawati Soekarnoputri seringkali bantuan terhadap ibu-ibu, perempuan hamil, anak-anak balita, dan kebutuhan khusus perempuan ini seringkali terlewatkan," ujar Hasto di lokasi. 

Menurut Hasto, perhatian terhadap kebutuhan spesifik perempuan dan balita merupakan standar mitigasi bencana yang selalu ditekankan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. 

Pengiriman obat-obatan dan bantuan khusus ini dimaksudkan untuk melengkapi bantuan logistik yang sudah dikirimkan sebelumnya ke lokasi bencana.

"Karena itulah ini melengkapi bantuan-bantuan yang sudah dikirim oleh PDI Perjuangan, seperti Pak Andreas Pareira misalnya, tadi juga mengirimkan tenda-tenda yang diperlukan untuk para pengungsi," pungkas Hasto.

Untuk diketahui, Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati adalah kapal rumah sakit PDI Perjuangan yang mengemban misi pelayanan kesehatan untuk rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau pulau-pulau terpencil di Indonesia. 

Baca Juga: Dari Posko ke Posko, PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa NTT

Menjelajah perairan nusantara sejak diluncurkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada pertengahan Juni 2023, Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati diioperasikan 12 anak buah kapal dengan 8 tenaga kesehatan.

Kapal RS ini dirakit pada bulan Maret 2023. Kapal memiliki kecepatan maksimal 7 knot.

RS Apung Laksamana Malahayati memiliki berat GT (Gross Tonage) 262. Ukuran panjang 30 meter dengan lebar 9 meter dan ketinggian dtaft 2 meter.

Sebagaimana layaknya rumah sakit, RS Apung Laksamana Malahayati mengemban misi pelayanan kesehatan. Secara khusus melayani rakyat Indonesia di kawasan pesisir atau di pulau-pulau terpencil.

Usai diresmikan RS Apung Laksamana Malahayati langsung diberangkatkan dari Dermaga Kade Inggom, Tanjung Priok, menuju Aceh setelah diresmikan Megawati. Kapal berlayar ke perairan Lampung, Riau, hingga ke Dermaga Malahayati di Aceh.

Load More