Suara.com - Jika Anda punya kebiasaan membuang sampah sembarangan, maka segeralah tinggalkan kebiasaan buruk ini. Apalagi jika Anda sedang berkunjung ke South Wales, Inggris. Jika tidak bisa-bisa Anda bisa kena denda hingga jutaan rupiah seperti yang dialami oleh seorang ibu muda yang didenda 75 poundsterling atausekitar Rp1,5 juta karena tak sengaja menjatuhkan daun letucce dari burgernya.
Emma Lawrence, nama perempuan itu diperintahkan untuk membayar denda setelah ia membuang sampah sembarangan. Dewan Sipir Sampah melihat sepotong daun selada jatuh dari makanannya saat Emma terburu-buru meninggalkan McDonald drive-thru.
Ibu satu anak ini, diikuti oleh petugas keamanan masyarakat setelah mengambil takeaway McDonaldnya di Newport, South Wales. Emma mengatakan dia dikenai denda tak masuk akal, karena petugas menganggap selada sebagai sampah atau biodegradable.
"Saya ketakutan ketika dia mendatangi saya untuk berbicara. Pada awalnya saya gemetar karena saya berpikir, apa kesalahan yang telah saya lakukan?" ujarnya.
"Saya merasa saya tidak melakukan sesuatu yang salah. Lalu ia menjelaskan bahwa ia menemukan sesuatu. Selada adalah biodegradable," tambahnya.
Jika itu adalah botol plastik, kata Emma, mungkin dia tak akan mempermasalahkan atau bertanya-tanya. Karena jelas itu adalah sampah.
"Tapi karena sepotong selada saya hatus membayar 75 poundsterling? Ini adalah makanan McDonald paling mahal yang pernah aku beli," pungkasnya.
Sementara sipir menuduh Emma telah membuang apa yang dia yakini adalah tanda terima dari jendela mobilnya setelah ia meninggalkan drive-thru. Sementera uru bicara untuk Dewan Newport mengatakan siapapun yang diberi hukuman tetap memiliki hak untuk mengajukan banding. (metro.co.uk)
Berita Terkait
-
Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?
-
Bersih-Bersih Sungai Tak Cukup Jika Keran Plastik Terus Mengalir
-
Kota Bersih, Sampah Dipindahkan: Lingkaran Setan Pengelolaan Sampah Kita
-
Paradoks Sampah: Sibuk Daur Ulang, Sementara Plastik Terus Diproduksi?
-
Sampah Produk Tak Hanya Urusan Pemerintah, Produsen Harus Bertanggung Jawab
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Kenapa Syahrini Sangat Kaya? OOTD Nonton Konser Tembus Rp37 M Bikin Heboh
-
Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron
-
Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang
-
Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026
-
Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar
-
800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan
-
Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman
-
KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini
-
Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan
-
Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883