News / Metropolitan
Kamis, 10 September 2026 | 08:43 WIB
Penumpang KRL Bogor-Jakarta Kota. (Suara.com/Bagaskara).
Baca 10 detik
  • KAI Commuter menambah 13 jadwal perjalanan lintas Bogor pada Kamis (10/9/2026) untuk mengurai penumpukan penumpang.
  • Manajemen mengalihkan rangkaian kereta Bandara Soekarno-Hatta ke lintas Tanjung Priok untuk mengisi kekosongan armada akibat pergeseran sarana.
  • Kebijakan penyesuaian tersebut menyebabkan frekuensi perjalanan kereta bandara berkurang dari 70 menjadi 52 perjalanan saja.

Suara.com - KAI Commuter resmi menambah kembali 13 jadwal perjalanan Commuter Line lintas Bogor mulai Kamis (10/9/2026) demi mengurai penumpukan penumpang yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Kebijakan ditetapkan usai manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lonjakan volume pengguna akibat penyesuaian 17 perjalanan KRL Bogor sejak Senin (7/9/2026) lalu karena adanya perawatan sarana.

"Langkah ini diambil dengan melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line di seluruh lintas layanan untuk mengoptimalkan jumlah jadwal perjalanan," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Strategi penguraian kepadatan tersebut ditempuh melalui rekayasa peredaran sarana dari lintas Tanjung Priok untuk dialihkan ke lintas Bogor.

"Dengan pengoperasian rangkaian ini, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor akan bertambah sebanyak 13 perjalanan," lanjut Karina.

Tambahan belasan jadwal ini dialokasikan secara terfokus guna mendongkrak daya tampung serta ketersediaan kapasitas angkut harian pada jalur terpadat di wilayah Jabodetabek tersebut.

"Total perjalanan Commuter Line Jabodetabek menjadi 1.061 perjalanan. Sebelumnya hanya 1.048 perjalanan pada tanggal 7 sampai 9 September, " papar Karina.

Sementara guna mengisi kekosongan armada di rute pelabuhan, operasional Commuter Line Tanjung Priok dialihkan sementara dengan memanfaatkan rangkaian Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta).

Pihak operator menegaskan, perbantuan armada tersebut sama sekali tidak mengubah ketentuan tarif maupun jadwal keberangkatan di lintas Tanjung Priok.

Baca Juga: Stasiun Karet Kena Proyek Integrasi, Naik-Turun Penumpang KRL Dipindahkan ke Stasiun Sudirman Baru

Meski di sisi lain, pergeseran sarana tersebut membawa dampak berantai terhadap frekuensi perjalanan kereta bandara.

"Jadwal layanan perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan," ucap Karina.

KAI Commuter pun mengimbau para penumpang Commuter Line Basoetta agar segera menyelaraskan kembali agenda perjalanannya ke bandara.

Bagi calon penumpang kereta bandara yang perjalanannya terdampak penyesuaian namun sudah terlanjur membeli tiket, operator mengizinkan keberangkatan pada jadwal sebelum atau sesudahnya, serta opsi pengembalian dana utuh 100 persen di loket stasiun terkait. 

Load More