Suara.com - Kuliner khas Indonesia yang disajikan di dua stan di ajang Museums Uferfest atau Festival Tepi Sungai, Frankfurt, Jerman, diminati warga setempat yang berkunjung ke panggung Indonesia seluas 800 meter persegi.
Chef Ragil Wibowo yang menjadi juru masak di stan sate ayam dan nasi goreng, Minggu (30/8/2015), mengatakan bahwa selama dua hari pelaksanaan Museums Uferfest, 28-29 Agustus 2015, semua masakan habis terjual.
Menurut Chef Ragil yang kerap menjadi "host" acara kuliner di beberapa stasiun televisi itu, rata-rata pada pukul 19.00 waktu setempat makanan sudah habis meskipun pada malam hari masih relatif banyak pengunjung yang ingin membeli sate dan nasi goreng.
Ragil dibantu rekannya chef Solihin, Agung, dan Aditya, serta beberapa warga Jerman mengaku menyiapkan sedikitnya 40 kilogram beras serta sekitar 100 kilogram daging ayam dan 60 kilogram daging sapi untuk dibuat masing-masing 2.000 tusuk satai.
"Kita tidak menyangka animo masyarakat Frankfurt terhadap kuliner Indonesia cukup besar," katanya.
Satu porsi nasi goreng dihargai 5,5 euro, sedangkan satu porsi nasi goreng plus tiga tusuk sate ayam/sapi dijual seharga 9,5 euro.
Salah satu pembeli yang merupakan warga Frankfurt, Thomas, mengakui kelezatan nasi goreng dan sate khas Indonesia itu.
"Enak sekali, saya sudah beberapa kali ke Indonesia dan selalu menikmati nasi goreng, sate dan rendang," katanya.
Sementara itu, stan kedua Indonesia "Warung Sudimampir" juga menjajakan kuliner khas Tanah Air, seperti nasi goreng, nasi kuning, rendang, lemper, risoles, bakwan, siomay, mpek-mpek, mi bakso, dan lumpia.
Warung Sudimampir itu digawangi para ibu-ibu warga Indonesia (diaspora) di Jerman. Warung ini juga ikut andil memperkenalkan ragam kuliner khas Indonesia.
Seperti halnya stan sate dan nasi goreng, "Warung Sudimampir" juga disukai publik dan pengunjung Museumsuferfest. Selama dua hari pelaksanaan Museums Uferfest, antrean pengunjung untuk mencicipi cita rasa makanan Indonesia itu selalu ramai dan menjelang malam semua makanan juga sudah habis.
Museums Uferfest yang digelar di sepanjang tepi Sungai Main, Frankfurt, Jerman, akan ditutup pada Minggu malam ini. Festival tersebut merupakan salah satu festival seni budaya terbesar di Eropa.
Beraneka ragam panggung dan stan yang ditampilkan beberapa negara peserta menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Sedikitnya dua juta orang setiap hari memadati arena Museums Uferfest yang juga diisi dengan berbagai macam kegiatan, seperti lomba perahu naga, pameran dan seminar, serta aneka dagangan souvenir dan kuliner. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Niat Puasa Ganti Ramadan, Bolehkah Dilakukan dengan Syawal?
-
9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Elegan dan Anti Air yang Awet
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran
-
Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung
-
10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya