Suara.com - Warna menjadi elemen penting di dunia kreatif. Dengan permainan warna keindahan pun hadir di depan mata. Konsep inilah yang digunakan desainer kenamaan Didi Budiardjo dalam peragaan busananya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2016, Rabu (28/10/2015), di Fashion Tent, Senayan City, Jakarta Pusat.
Dalam peragaan busana yang dikemas sebagai rangkaian peluncuran produk "Dulux Ambience", lini cat premium terbaru dari Dulux, Didi menampilkan 24 look. Busana-busana ini dibagi menjadi empat sekuen yang masing-masing mewakili tekstur efek khusus dari cat Dulux Ambience, yakni linen, velvet, marble, dan metallic.
Koleksi Linen muncul pertama, setelah sebelumnya para penari yang cukup atraktif meramaikan runway JFW 2016. Deretan pilihan gaun malam dengan siluet struktural dan potongan A-line pun hadir. Sesuai temanya, Didi menggunakan material dari serat linen dan motif floral dengan warna alami yang lembut. Putih dan warna pastel mendominasi sekuen ini.
Selanjutnya, koleksi berwarna yang lebih gelap dan terkesan sangat elegan muncul dalam sekuen Velvet. Bahan velvet yang digunakan bertransformasi dengan siluet tabung, yakni gaun lurus yang cantik.
Marbel dalam sekuen ketiga terlihat lebih anggun dengan bahan sifon yang ringan dan flowly. Gaun-gaun ini memiliki bercak lukisan abstrak untuk motifnya, sesuai dengan motif khas marmer. Didi juga menggunakan beberapa aksesoris, bros batu-batuan alam untuk semakin mempercantiknya.
Metallic sebagai sekuen terakhir, ditandai dengan busana-busana dengan siluet menggelembung seperti kepompong. Koleksi berpotongan silinder ini sungguh spesial, karena desainer berkaca mata ini menyisipkan sulam emas Palembang yang sudah berusia 80 tahun, yang sudah lama ia simpan. Sulaman tersebut digunakan Didi menghiasi saku dari setiap busana di sekuen ini.
"Saya sudah simpan cukup lama, ketika saya buat koleksi ini, saya berpikir mau saya keluarkan. Penggunaannya harus hati-hati, karena beberapa benangnya cukup rapuh. Sulaman ini dibuat dari benang jantung, yakni benang yang terbuat dari emas murni dan cermin kecil yang dipotong halus juga rapuh," jelasnya usai peragaan busananya.
Sebagai penutup, model Nadya Hutagalung muncul dengan sangat anggun dengan mengenakan gaun bernuansa emas, dengan material tenun, yang dibuat secara khusus sehingga membentuk suatu motif tertentu.
"Koleksi ini terinspirasi dari para perempuan di dalam lukisan atau 'women in painting'. Lukisan yang saya lihat, yang berasal dari abad ke 19 hingga 20 dengan karakter yang berbeda-beda," kata Didi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?
-
Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?