Di depan sekelompok anak muda, Nadine Chandrawinata sangat antusias dan bersemangat menyampaikan pemikiran dan pengalamannya tentang pelestarian lingkungan, khususnya lautan. Di pergelangan tangan anak-anak muda ini, beruntai gelang tembaga selebar kurang dari 1 cm dari bahan tembaga, diikat dengan benang berwarna biru laut, merah putih dan kuning.
Ya, Puteri Indonesia 2005 ini sedang menjadi salah seorang pembicara, dalam acara yang dihelat World Wild Fund (WWF) sebuah organisasi lingkungan. Dan sekelompok anak muda itu adalah anggota komunitas "Sea Soldier".
Nadine membentuk komunitas Sea Soldier alias Pendekar Laut, sebagai bentuk keprihatinannya atas kebiasaan orang Indonesia yang hobi nyampah dan buang sampah sembarangan.
Perempuan kelahiran Jerman ini mengaku galau karena sering menjumpai sampah plastik saat menyelami berbagai wilayah perairan di Indonesia. Tak jarang sampah plastik tersebut menghiasi terumbu karang dan menempel di tubuh satwa laut.
"Yang tadinya mau diving, menikmati keindahan bawah laut, akhirnya malah mungutin sampah. Saya sudah melakukan itu di beberapa daerah. Namun ternyata itu tidak menyelesaikan masalah,” keluhnya.
Lantas pada bulan Maret 2015, Nadine akhirnya memutuskan untuk membangun komunitas Sea Soldier. Langkah kecil ini diharapkan dapat membantu menyelamatkan lingkungan dari sampah, terutama sampah plastik yang sering berakhir di laut.
Dalam perjalanannya, Nadine memiliki cara yang cukup unik agar semakin banyak orang bergabung dalam komunitasnya. Selain menyebut mereka sebagai "Prajurit Laut", Nadine juga memberikan gelang pada setiap anggotanya.
Gelang-gelang tersebut memiliki nomor urut yang juga dicatat sebagai nomor keanggotaan. Sebagai pengagas, Nadine mendapat nomor urut 001. Nomor urut 002 menjadi hak sahabat dekatnya, Dini. Begitu seterusnya. Hingga kini anggota yang tercatat sudah mencapai 300 orang lebih.
Sejumlah selebritas macam Vicky Nitinegoro, Artika Saridevi, Zivana Letisha, Ramon Y Tungka, Nany Nadine, Gemala, Medina Kamil, Nugie hingga Nicholas Saputra juga ikut bergabung dengan komunitas ini.
Gelang dari tembaga itu diikat dengan benang berwarna biru laut, merah putih dan kuning. Warna-warna itu punya makna tersendiri. Warna biru sebagai simbol air laut, merah putih sebagai warna bendera Indonesia, dan kuning sebagai simbol gotong-royong.
Anggota Sea Soldier direkrut melalui berbagai media sosial. Meski bersifat non formal, aturan di Sea Soldier lumayan ketat. Dua kali mangkir dari kegiatan kampanye lingkungan, maka yang bersangkutan bakal dicoret keanggotaannya. Dan Nadine cukup selektif dalam memilih para prajuritnya.
"Aku nggak sembarangan pilih anggota. Identitasnya harus jelas. Biasanya aku lihat di akun Instagramnya. Menurutku, kita bisa mengetahui kepribadian seseorang dengan melihat instagramnya," ungkapnya.
Meski namanya Sea Soldier, bukan berarti para anggotanya akan selalu menghabiskan waktu dan berkegiatan di lautan. Mereka dapat memulai dari berbagai langkah kecil, seperti mengampanyekan gerakan ramah lingkungan di lingkungan rumahnya.
Nadine juga sering untuk turun langsung mengajak para "prajurit laut" bergerak mengampanyekan berbagai hal terkait pelestarian lingkungan, seperti penggunaan paper bag dan botol minum refill, daripada menggunakan kantong plastik serta botol minum plastik sekali pakai.
Salah satu yang menjadi fokus Nadine adalah mengajak anak-anak muda mengurangi sampah plastik.
"Anak muda perkotaan sangat sering memproduksi sampah palstik tanpa memperhatikan dampaknya pada lingkungan," ujarnya masgul.
Tak hanya fokus mengurangi produksi sampah, setiap anggota Sea Soldier juga diwajibkan untuk menyebarkan virus ramah lingkungan
Selain di Jakarta, Sea Soldier juga aktif mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Palembang, Kupang, Medan hingga Papua.
”Kita terus bergerak, tidak harus selalu bersama. Bekerja masing-masing di lingkungannya. Mengedukasi banyak orang. Ini sebuah aksi bersama," ujar Nadine mengakhiri perbincangan kami.
Berita Terkait
-
Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas
-
Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif
-
Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih
-
Komunitas Dermaga Diri: Ruang Aman untuk Pulih dari Luka Batin
-
Dilema Gen Z di Era Konsumtif: Peduli Lingkungan tapi Masih Suka Flash Sale
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Beda Sepeda Gunung Hardtail vs Full Suspension? Ini Kelebihan dan Rekomendasinya
-
Cari HP Rp5 Jutaan? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Kamera
-
5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
-
Tantangan Menjaga Cita Rasa Autentik di Tengah Maraknya Tren Fusion Food
-
Ada Film Jaemin dan Jeno NCT, Intip 5 Film Terbaru Akhir Pekan di Bioskop!
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
Pundi-pundi Uang di Piala Presiden 2026, 24 Ribu Tiket Ludes Terjual di Laga Pembuka
-
Pendidikan Masa Depan Butuh Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik, Ini Alasannya
-
Sunscreen Tanpa White Cast Apa Saja? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal untuk Wajah Mulus
-
Prosesi Wisuda Lama? Ini 9 Barang Kecil tapi Bermanfaat yang Wajib Dibawa