Kemarau Panjang, Debit Bendungan Ladongi Terus Menyusut

Minggu, 13 September 2026 | 10:00 WIB
Foto udara kondisi debit air Bendungan Ladongi yang menyusut di Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Jojon/tom]
Foto udara kondisi debit air Bendungan Ladongi yang menyusut di Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Jojon/tom]
Foto udara kondisi debit air Bendungan Ladongi yang menyusut di Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/9/2026). [ANTARA FOTO/Jojon/tom]

Suara.com - Foto udara kondisi debit air Bendungan Ladongi yang menyusut di Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/9/2026). Musim kemarau menyebabkan debit air Bendungan Ladongi menyusut akibat minimnya curah hujan dan tingginya laju penguapan.

Bendungan Ladongi merupakan sumber air untuk sekitar 6.000 hektare lahan persawahan dan perkebunan petani di wilayah tersebut. Penyusutan debit berpotensi memengaruhi ketersediaan air bagi sektor pertanian saat kemarau.

Bendungan Ladongi memiliki kapasitas tampung sekitar 45,95 juta meter kubik dan melayani irigasi seluas 3.604 hektare. Selain irigasi, bendungan ini juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku dan berpotensi mendukung pembangkit listrik.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli-September. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah perlu mewaspadai berkurangnya ketersediaan air, terutama untuk kebutuhan pertanian. [ANTARA FOTO/Jojon/tom]

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com