Suara.com - Apakah Anda pernah mendengar kota kuno Alexandria di Mesir? Kota yang tenggelam dan berada di lepas pantai di Pelabuhan Alexandria menyimpan banyak benda peninggalan bersejarah. Kabarnya, pemerintah Mesir akan membangun museum bawah air di lokasi tersebut.
Pembangunan museum di dalam air di lokasi tenggelamnya kota kuno Alexandria akan bekerja sama dengan UNESCO, organisasi PBB yang bergerak di bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan. Sementara desain museum akan dirancang oleh seorang arsitek asal Prancis, Jacques Rougeri.
Menurut pemerintah Mesir dan UNESCO, pembangunan museum bawah air merupakan suatu rencana yang lebih efisien daripada harus memindahkan ke daratan ribuan artefak yang tenggelam di dasar lautan. Apalagi, ini bisa menjadi museum bawah air pertama di dunia.
Nantinya, pengunjung bisa melihat langsung artefak-artefak dari lorong bermaterial fiberglass transparan yang terhubung ke dalam ruangan di bawah laut. Di sana pengunjung bisa melihat benda-benda peninggalan terkenal, seperti patung sphinx atau patung kepala manusia dan tubuh singa, istana Cleopatra, dan mercusuar pharos.
Namun, rencana pembangunan museum tersebut diakui akan menghadapi sejumlah kendala, seperti biaya yang sangat besar mencapai USD 150 juta atau sekitar Rp2 triliun dan juga air laut yang keruh sehingga dapat mengurangi jarak pandang, serta mempercepat proses erosi pada artefak yang ada.
| Published by Rumahku.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan