Mungkin nama objek wisata yang satu ini belum begitu akrab di telinga Anda. Padahal ada banyak sensasi yang ditawarkan salah satu primadona baru di Lampung ini, Pulau Pahawang di Teluk Lampung, Kabupaten Pesawaran. Keindahan bawah laut Pulau Pahawang dan sekitarnya yang masih alami menjadi sensasi tersendiri bagi para pengunjung. Setiap akhir pekan Pulau Pahawang yang memiliki pemandangan eksotis bawah air, pantai yang perawan dan aktivitas nelayan ini dipadati pengunjung.
Pulau Pahawang menyimpan banyak keindahan, bukit dengan pemandangan menawan, pepohonan yang hijau, pantai berpasir putih dan air laut yang jernih dan segar menjadi daya tarik tersendiri.
Snorkeling (selam permukaan) atau selam dangkal (skin diving) merupakan salah satu kegiatan yang dapat dinikmati selama berkunjung di Pulau Pahawang dan sekitarnya. Warna-warni ikan seperti ikan badut (nemo/ikan badut anemon-Amphiprion ocellaris/Amphyprion percula) dan anemon ungu (Heteractis magnifica) yang berkeliaran atau bersembunyi di sekitar terumbu karang, sering membuat pengunjung lupa diri.
Aktivitas nelayan menangkap ikan, serta kegiatan warga sehari-hari juga menjadi atraksi yang sayang dilewatkan.
"Namun, umumnya pengunjung datang ke Pulau Pahawang maupun Pahawang Kecil, Pulau Kelagian serta Tanjungputus untuk menyelam dan snorkeling," kata Jelly, salah satu operator wisata di sana.
Kawasan Pulau Pahawang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bandarlampung, sehingga pengunjung tidak harus menginap di sana. Mereka bisa berangkat pagi dan pulang pada sore/malamnya.
Perjalanan dari pusat Kota Bandarlampung ke Pulau Pahawang tak sampai satu jam. Rute yang dilalui adalah Bandarlampung-Lempasing-Mutun-Hanura-Pantai Ketapang-Pulau Kelagian dan Pulau Pahawang.
Pengunjung bisa menyisiri garis pantai pulau ini dengan menyewa perahu, untuk menyaksikan sisi pulau yang terdapat deretan pohon nyiur yang banyak serta rapat-rapat.
Rimba dengan pohon besar di bibir pantainya, dengan sedikit pasir di pantainya tetapi benar-benar rimbun pohon-pohon kontras dengan air laut yang berwarna biru jernih. Keragaman biota dan keindahan bawah laut di pulau Pahawan makin cantik dengan berbagai macam karang, ikan, serta tumbuhan laut di dasar pantainya.
Atraksi yang tak juga boleh dilewatkan adalah mencoba jembatan alami yang dinamai "Tanjung Putus". Jembatan ini menghubungkan Pulau Tanjung Putus dengan Pulau Pahawang Kecil, dan hanya terlihat saat air laut surut. Saat air pasang, kawasan Tanjung Putus juga merupakan salah satu spot menyelam favorit.
Pengunjung dapat menyewa perahu/kapal kecil, sedang atau besar, untuk menyeberang ke Pulau Pahawang dengan biaya sekitar Rp500.000 per hari dengan kapasitas angkut sekitar 15 orang. Jika ingin kapal yang lebih besar, biaya sewa lebih mahal. Sedangkan penyewaan peralatan snorkeling berkisar Rp50.000 hingga Rp75.000 per orang. (Antara)
Berita Terkait
-
Menjaga Keindahan Laut Labuan Bajo, Ketika Terumbu Karang Jadi Harapan Masyarakat Pulau Messah
-
Bukan Cuma Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin 'Night Walk' Seru Bareng Anabul Demi Lepas Penat
-
Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari
-
Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi
-
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Keluar Banyak Biaya
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
4 Shio yang Paling Hoki 11 September 2026, Ada Naga hingga Kerbau
-
Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?
-
Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?
-
Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan
-
Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali