Suara.com - Dari tahun ke tahun jumlah uang yang dibelanjakan masyarakat Indonesia untuk makanan terus membesar. Untuk dua tahun terakhir, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan 30 miliar untuk makan di luar setiap tahun. Angka ini diperkirakan akan terus naik hingga lima tahun ke depan, seiring dengan perkembangan industri kuliner.
Nah, untuk tahun 2015 ini Qraved telah menghimpun restoran yang paling banyak dicari, berdasarkan data reservasi yang dilakukan sepanjang tahun.
Sebanyak 52% orang masih memilih restoran masakan Indonesia sebagai pilihan utama. Kedua sejumlah 20% mencari restoran yang menyajikan makanan Cina, urutan ketiga adalah makanan Jepang sebanyak 12%.
Selanjutnya 8% memilih makanan Amerika, 7% Italia dan 1% untuk masakan lain seperti makanan Korea, mediteranian food dan lain-lain.
Sejauh ini, makanan Indonesia masih menjadi primadona di negeri sendiri. Namun tren tersebut bisa saja bergeser seiring dengan pertumbuhan industri kuliner. Dalam bisnis kuliner, rasa produk yang enak menjadi sebuah kewajiban. Namun rasa enak saja rasanya tidak cukup.
Usaha kuliner bisa gulung tikar dan terlindas persaingan yang begitu ketat jika tidak diimbangi
dengan inovasi menu dan cara pemasaran yang kreatif. Tak heran, meski banyak restoran baru
bermunculan, tidak sedikit dari mereka yang tumbang.
Orang mengira, lokasi merupakan persoalan paling penting dalam bisnis kuliner. Padahal, konsep bisnis lebih penting. Dalam praktiknya, restoran dengan konsep kuat dan promosi memadai akan lebih berhasil dan bertahan lebih lama walau tidak berada di lokasi yang bagus.
Berdasarkan data yang dihimpun dari para pengguna aktif Qraved, sebanyak 47% orang memilih restoran yang menyajikan pertunjukan musik. Sejumlah 26% orang memilih restoran yang menyajikan high tea dengan sajian kue-kue.
Kemudian 14% orang mencari restoran yang menyuguhkan minuman unik, 7% orang mencari restoran yang memiliki private room, 6% orang mencari restoran yang menyediakan ruang untuk bekerja artinya ada Wifi.
Berita Terkait
-
Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
-
Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!
-
Post Kantoor Cikini, Restoran Vintage di Bekas Kantor Pos Zaman Belanda
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing