- Le Bleu by K Club di Nusa Dua, Bali, menyelenggarakan acara makan malam bertajuk The Longest Table pada 28 Agustus lalu.
- Sebanyak 100 tamu menikmati menu four-course berkualitas tinggi di satu meja panjang tepi pantai yang ditata secara santai.
- Acara ini dimeriahkan dengan ritual lonceng, tarian tradisional, dan musik biola untuk memberikan pengalaman bersantap yang berkesan.
Suara.com - Menikmati Bali tak melulu soal mencari tempat baru untuk dikunjungi. Kadang, suasana sebuah restoran juga bisa menjadi alasan untuk memperlambat langkah dan menikmati waktu lebih lama.
Salah satunya Le Bleu by K Club yang berada di kawasan Nusa Dua, Bali, dengan area bersantap yang menghadap langsung ke garis pantai.
Karakter Le Bleu terasa dari lokasinya yang menyatu dengan suasana pesisir. Laut menjadi bagian dari pemandangan sehari-hari, sementara pergantian waktu dari sore ke malam ikut mengubah atmosfer di area restoran.
Saat matahari mulai turun, suasana terasa lebih hangat, lalu berganti menjadi lebih tenang ketika malam datang.
Konsep tersebut juga terlihat dalam acara The Longest Table yang digelar pada 28 Agustus lalu. Sebanyak 100 tamu berkumpul di area tepi pantai dan menikmati makan malam dalam satu meja panjang.
Alih-alih membuat suasana makan terasa formal, penataan tersebut justru memberi kesan lebih santai dan memungkinkan para tamu menikmati pemandangan yang sama sepanjang malam.
Salah satu daya tariknya adalah bagaimana pengalaman bersantap di Le Bleu tidak hanya mengandalkan makanan. Dalam The Longest Table, misalnya, malam dibuka dengan ritual membunyikan lonceng dan segelas sparkling wine, kemudian dilanjutkan pertunjukan tari tradisional Bali.
Ketika langit semakin gelap, live music biola mengiringi makan malam di bawah cahaya bulan purnama.
Dari sisi kuliner, pilihan menu yang disajikan juga memperlihatkan pendekatan restoran terhadap pengalaman fine dining.
Dalam acara tersebut, para tamu menikmati menu four-course yang terdiri dari La Mise en Bouche, Rose Hamachi Crudo & Caviar, Butter-Poached Slipper Lobster & Ravioli, hingga Australian Black Angus Tenderloin. Pistachio Parfait menjadi penutup, sementara Café de la Lune hadir sebagai koktail khas Le Bleu.
Bagi Alban Kibarer, pengusaha asal Prancis dan pendiri K-Club Group, pengalaman bersantap menjadi bagian penting dari konsep tersebut.
“Ada event santap malam yang dikenang karena sajiannya dan namun ada pula yang dikenang karena menjadi pengalaman yang berkesan,” ungkap Alban Kibarer dalam pernyataannya.
“Kegiatan sederhana berkumpul mengelilingi satu meja untuk bersantap bersama menjadi inti acara ini, sebuah momen di mana semua orang hadir bersama-sama, berbagi pemandangan dan pengalaman bersantap yang sama,” sambungnya lagi.
Dengan lokasi di tepi pantai dan suasana yang berubah mengikuti waktu, Le Bleu by K Club menawarkan sisi lain dari pengalaman bersantap di Nusa Dua.
Tempat ini bukan hanya tentang menu yang tersaji, tetapi juga bagaimana makanan, pemandangan laut, dan atmosfer Bali berpadu dalam satu pengalaman.