Novelis Habiburrahman El Shirazy menyatakan, karya terbarunya Ayat-Ayat Cinta 2 merupakan jawaban dari maraknya gelombang Islamphobia yang terjadi di dunia barat saat ini.
"Tantangan umat Islam saat ini khususnya di dunia barat yakni maraknya Islamphobia. Maka buku Ayat-Ayat Cinta 2 bisa menjawab tantangan itu," jelas Habiburrahman saat memberikan sambutan di Festival Sastra Islam Nasional (FSIN) di Universitas Islam Makassar (UIM), Sulawesi Selatan, Rabu (16/12/2015).
Ia menjelaskan, buku yang baru dirilis itu memang bercerita bagaimana Fahri yang berdakwah di Eropa menghadapi kondisi munculnya Islamphobia. Fahri yang menjadi tokoh utama dalam cerita itu, kata Habibue, juga diceritakan mengikuti acara debat terbuka. Dalam debat itu pula, Fahmi mendapatkan kesempatan menjelaskan bagaimana Islam yang sebenarnya.
"Melalui Festival Sastra Islam Nasional ini tentunya sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang positif bagi masyarakat," katanya.
Sementara Ketua Panitia FSIN 2015 Fitrawan Umar mengatakan, sastra merupakan salah satu alat yang efektif untuk menyebarkan citra Islam dan bisa dengan mudah dicerna masyarakat. Maka dari itu, melalui satsra diharapkan bisa memberikan pencerahan dan bukan isu atau proyek propaganda.
Umar berharap, FSIN 2015 bisa menjadi penyeimbang dan mampu memberikan manfaat dalam perilaku manusia.
Sementara Pembina Forum Lingkar Pena (FLP) Makassar, Edi Sutarto, menjelaskan sastra Islam merupakan sastra yang mengajak para pembaca untuk tetap mengingat kekuasaan Allah. Satra Islam juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang dakwah atau menyampaikan hal yang postif kepada masyarakat.
Bahkan sastra Islam juga bisa menjadi media untuk meredam tindakan-tindakan yang dilarang agama. Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam maka selayaknya dibutuhkan pendekatan-pendekatan keislaman yang lebih ramah dan damai. (Antara)
Berita Terkait
-
Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
Figur Khadijah dalam Tokoh Aisha di Novel Ayat-Ayat Cinta 2
-
Ganti Nama Rumah Sakit Al Ihsan Jadi Welas Asih, Dedi Mulyadi Diserbu Tuduhan Anti-Islam
-
Tragedi Natal di Jerman: Ratusan Luka, Pelaku Dokter Sebar Pesan anti Islam
-
Jadi Korban Salah Sasaran Warganet, Ini Rekomendasi 4 Film Dewi Sandra
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan